Total Pageviews

Thursday, 7 May 2026

Saranan cara melantik Khalifah

 

Khalifah cara dilantik

 

 

Khalifah,

Pernahkah kita tanya bertanya kepada diri kita….,

 

Bagaimanakah cara terbaik sesuatu jawatan khalifah dilantik? Di sini khalifah adalah merujuk kepada apa saja jawatan Ketua, Pengarah, Peneraju, orang nombor satu, atau orang yang penting dalam mengendali sesuatu urusan yang dia pakar dalam bidangnya yang istimewa dan tersendiri.

Adakah manusia laki laki atau manusia perempuan yang sesuai dilantik menjadi khalifah? Sekiranya dari kalangan manusia laki laki bagaimanakah ciri ciri atau kriterianya yang sesuai untuk seseorang insan dilantik atau dipilih menjadi khalifah?

 

Khalifah,

1.    Adakah si khalifah sanggup memerintah dengan Siddiq ( benar dan jujur ) ?

2.    Adakah si khalifah sanggup memerintah dengan Amanah ( dapat dipercaya / tidak menipu ) ?

3.    Adakah si khalifah sanggup memerintah dengan Tabligh ( Berdakwah atau menyampaikan agama Allah yang lurus ) ?

4.    Adakah si khalifah sanggup memerintah dengan Fathonah ( Bijaksana – membuat keputusan dengan berjemaah dengan mereka yang benar benar ahli dalam nya ) ?

 

Khalifah... Adakah si khalifah sanggup memerintah dengan berhemah ?

 

Apabila Rasullullah saw wafat, sahabat sahabat yang paling rapat dengan Baginda Rasullullah masing masing berebut rebut menolak jawatan untuk menyandang jawatan sebagai khalifah sebagai pengganti kepada baginda Rasullulah saw yang baru wafat. Mengapakah masing masing lelaki tersebut menolak tidak sanggup dan tidak berani mengambil amanah sebagai khalifah atau Ketua Nombor Satu Negara atau apa apa Unit Jabatan? Ya kerana mereka berasa takut tidak dapat memikul amanah dan tanggungjawab yang bakal disandangkan di bahu mereka. Kerana, setiap amanah dan  tanggungjawab yang masih tertunggak dan belum dilunaskan akan diperiksa dan ditimbang tara oleh Allah pada akhirat kelak. Juga setiap ketidak adilan kepada orang bawahan yang telah ditindas, dicela, dihina, dinafikan hak mereka,  juga tidak terlepas dari mendapat keadilan dan balasan daripada Allah Taala di hari pembalasan.

 

 

 

 

https://www.berazam.com/read-127784-2021-05-07-jika-benar-ikuti-jika-salah-luruskanlah.html#sthash.sz1HaMHz.dpbs

 

Inilah pidato lengkap Abu Bakar; Wahai manusia! Aku telah diangkat untuk mengendalikan urusanmu, padahal aku bukanlah orang yang terbaik di antaramu. Maka jikalau aku dapat menunaikan tugasku dengan baik, bantulah (ikutlah) aku, tetapi jika aku berlaku salah, maka luruskanlah! Orang yang kamu anggap kuat, aku pandang lemah sampai aku dapat mengambil hak dari padanya. Sedangkan orang yang kamu lihat lemah, aku pandang kuat sampai aku dapat mengembalikan haknya kepadanya. Maka hendaklah kamu taat kepadaku selama aku taat kepada Allah dan Rasul-Nya, namun bila mana aku tiada mematuhi Allah dan Rasul-Nya, kamu tidak perlu mematuhiku. Berdirilah (untuk) shalat, semoga rahmat Allah meliputi kamu."

 

Pidato Abu Bakar 250 tahun silam bukan sekedar retorika, sebab pidato tersebut diucapkan setelah terpilih bukan pidato masa kampanye yang mendagangkan janji. Inilah pidato pemimpin sebagai gantlemen agreement yang mengandung dan makna penuh konsekuensi di dalamnya.

 

Sayyidina Abu Bakar tampil berpidato sedemikian mulia, karena ia telah melalui kaji algoritma. Seni memimpin logis untuk menyelesaikan suatu masalah. Abu Bakar sosok pemimpin lurus, benar, amanah, bijaksana jauh dari sifat dramaturgi.

https://www.berazam.com/read-127784-2021-05-07-jika-benar-ikuti-jika-salah-luruskanlah.html#sthash.sz1HaMHz.dpbs

 

https://www.youtube.com/watch?v=Wp1SwoSdHyM Khalifah

 

 

 

 

 

 

 

 

https://myislam.org/quran-transliteration/

 

Aku berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.

 

 

2:123 Takutilah hari (akhirat), (pada hari itu) seseorang tak dapat menggantikan orang lain sedikitpun, dan tiada diterima daripadanya tebusan dan tiada bermanfaat baginya pertolongan, sedang mereka tiada mendapat pertolongan.

 

3:19 Sesungguhnya agama di sisi Allah, ialah Islam. Tiadalah berselisih orang orang ahli kitab, melainkan setelah datang ilmu pengetahuan kepada mereka, kerana berdengki dengkian sesamanya. Barang siapa yang kafir akan ayat ayat Allah, maka sesungguhnya Allah bersegera menghisabnya.

 

3:85 Barang siapa menuntut agama, selain Islam, maka tiadalah diterima daripadanya, sedang dia di akhirat termasuk orang2 merugi.

 

3:104 Hendaklah ada di antara kamu umat yang menyeru kepada kebaikan, menyuruh dengan maaruf (yang baik baik) dan melarang dari yang mungkar; dan mereka itulah yang menang.

 

3:106 Pada hari (kiamat) ada yang putih muka dan ada yang hitam muka. Adapun orang orang yang hitam mukanya (dikatakan kepadanya): Mengapakah kamu kafir sesudah kamu beriman? Sebab itu rasailah olehmu siksaan, kerana kamu kafir.

 

4:115 Barang siapa menentang rasul, sesudah nyata petunjuk baginya dan mengikut bukan jalan orang orang mukmin, niscaya Kami angkat dia menjadi pemimpin apa yang dipimpinnya dan Kami masukkan dia ke dalam neraka jahannam. Itulah sejahat jahat tempat kembali.

 

8:1 Mereka itu menanyakan kepada engkau tentang harta rampasan perang. Katakanlah : Harta rampasan perang itu untuk Allah dan Rasul. Sebab itu takutlah kepada Allah dan perbaikilah urusan di antaramu dan ikutlah Allah dan rasulNya, jika kamu orang beriman.

 

9:23 Hai orang orang yang beriman, janganlah kamu angkat bapak bapakmu dan saudara saudaramu menjadi wali, jika mereka memilih kekafiran daripada keimanan. Barang siapa mengangkat mereka di antara kamu, adalah mereka itu orang aniaya.

 

10:30 Di sana tiap tiap diri manusia dicobai (diperiksa) tentang apa apa yang telah dikerjakannya dan mereka dikembalikan kepada Allah, wali mereka yang sebenarnya dan lenyaplah dari mereka apa apa yang mereka ada adakan itu.

 

11:105 Pada hari yang akan datang, tiada dapat seseorang berbicara, melainkan dengan izinNya. Di antara mereka ada yang celaka dan ada pula yang berbahagia.

 

14:42 Janganlah engkau kira, bahawa Allah lalai dari apa apa yang diperbuat oleh orang orang aniaya. Hanya Allah memberi tangguh mereka, sampai hari yang terbuka segala pemandangan pada hari itu.

 

17:15 Barang siapa mendapat petunjuk, maka hanya mendapat petunjuk untuk dirinya. Barang siapa yang sesat, maka bahaya kesesatannya hanya atas dirinya pula. Orang yang memikul dosa tiada akan memikul dosa orang lain. Kami tiada menyiksa (suatu kaum), sehingga Kami utus seorang rasul (kepadanya).

 

17:71 Pada hari (kiamat) Kami panggil tiap tiap manusia dengan imamnya. Barang siapa yang didatangkan kitabnya dari sebelah kanannya, maka mereka itu membaca kitabnya, sedang mereka tiada teraniaya sedikit juapun.

 

18:49 Diletakkan buku (amalan tiap2 manusia) maka engkau lihat orang2 berdosa gementar ketakutan kerana (melihat) apa apa yang di dalam bukunya, lalu mereka berkata: Ah, amat celaka kami, mengapakah buku ini tiada meninggalkan yang kecil dan tiada pula yang besar, melainkan dihitung semuanya. Mereka memperoleh di hadapannya apa2 yang telah dikerjakannya. Tuhanmu tiada aniaya kepada seorang juapun.

 

18:105 Mereka itulah orang2 yang ingkar akan tanda tanda Tuhan dan akan menemuiNya, sebab itu hapuslah (pahala) perbuatan mereka, dan tiada Kami adakan timbangan untuk mereka pada hari Kiamat.

 

19:41 Perhatikanlah (riwayat) Ibrahim dalam Kitab (Quran). Sesungguhnya dia seorang yang sangat benar dan seorang nabi.

 

19:56 Perhatikanlah dalam Kitab (riwayat) Idris. Sesungguhnya dia seorang yang sangat benar dan seorang nabi.

 

19:79 Sekali kali tidak. Nanti akan Kami tuliskan apa apa yang dikatakannya dan Kami tambahkan kepadanya siksaan dengan satu tambahan.

 

20:112 Barang siapa mengerjakan yang baik baik sedang dia beriman, maka ia tiada takut akan teraniaya dan tiada pula akan terkurang haknya.

 

20:124 Barang siapa berpaling dari peringatanKu (Quran), maka untuknya penghidupan yang sempit, kemudian Kami himpunkan dia pada hari kiamat dalam keadaan buta.

 

22:41 Mereka, jika Kami beri tempat (kekuasaan) di muka bumi, mereka mendirikan sembahyang dan membayarkan zakat serta menyuruh dengan ma’ruf (kebaikan) dan melarang yang mungkar (kejahatan). Dan kepada Allah (terserah) akibat semua pekerjaan.

 

30:16 Adapun orang orang kafir dan mendustakan ayat ayat Kami dan menemui akhirat, maka mereka itu dilemparkan ke dalam siksa.

 

30:44 Barang siapa yang kafir maka atas (pundaknya) (bahaya) kekafirannya, dan barang siapa yang beramal salih, maka mereka menyediakan (tempat dalam syurga) untuk dirinya.

 

30:45 Supaya Allah membalasi orang orang yang beriman dan beramal salih dengan kurniaNya. Sesungguhnya Dia tiada mengasihi orang orang yang kafir.

 

31:24 Kami gembirakan mereka sedikit (waktu di dunia), kemudian Kami paksakan mereka ke dalam siksa yang besar.

 

36:12 Sesungguhnya Kami akan menghidupkan orang orang yang mati dan menuliskan apa apa yang mereka kerjakan dan bekas bekas mereka. Tiap tiap sesuatu Kami perhitungkan dalam kitab yang terang.

 

36:32 Sungguh sekaliannya akan dihimpunkan dan dihadirkan di sisi Kami.

 

36:51 Dan sangkakala (terompet) ditiup, lalu mereka keluar dengan segera dari dalam kuburnya menghadap kepada Tuhan mereka.

 

36:52 Mereka berkata: Aduhai celakalah kami ! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)? Inilah yang dijanjikan oleh Rahman dan teranglah kebenaran rasul rasul.

 

36:53 Tidak lain, hanya satu teriakan, lalu mereka sekalian dihadirkan di sisi Kami.

 

36:54 Maka pada hari ini, seseorang tiada teraniaya sedikitpun, dan kamu tiada dibalas, melainkan menurut apa yang telah kamu kerjakan.

 

36:65 Pada hari ini Kami tutup mulut mereka, dan berbicara dengan Kami, tangan mereka dan menjadi saksi kaki mereka, tentang apa apa yang telah mereka kerjakan.

 

36:66 Kalau Kami kehendaki, Kami hapuskan mata mereka, lalu mereka berlumba lumba (mencari) jalan, maka bagaimanakah mereka melihat?

 

36:67 Kalau Kami kehendaki, Kami ubah rupa mereka di tempatnya, lalu mereka tiada dapat pergi (kemuka) dan tidak pula kembali (kebelakang).

 

37:39 Dan kamu tiada dibalasi, melainkan menurut apa apa yang telah kamu kerjakan.

 

39:69 Bumi bercahaya dengan cahaya (keadilan) Tuhannya, dan buku (perhitungan) diletakkan dan nabi nabi dan saksi saksi dihadirkan, lalu diputuskan hukum antara mereka itu dengan keadilan, sedang mereka tiada teraniaya.

 

40:20 Allah menghukum dengan keadilan. Tuhan tuhan yang mereka sembah, selain daripadaNya tiada menghukum dengan suatu apa pun. Sesungguhnya Allah Mahamendengar lagi Mahamelihat.

 

41:20 Sehingga apabila mereka sampai di sana, menjadi saksilah bagi mereka pendengaran, pemandangan dan kulit mereka, tentang apa apa yang telah mereka kerjakan.

 

41:21  Mereka berkata kepada kulitnya : Mengapakah kamu menjadi saksi atas (perbuatan) kita? Sahut kulit itu : Kami telah dipandaikan bercakap cakap oleh Allah, yang memandaikan bercakap cakap bagi tiap tiap sesuatu, dan Dia telah menciptakan kamu pada pertama kali dan kepadaNya kamu dikembalikan.

 

41:22 Kamu tiada dapat menutupi dirimu,  (tatkala memperbuat dosa) dari persaksian pendengaran, pemandangan dan kulit kulitmu terhadapmu, bahkan kamu menyangka, bahawa Allah tidak mengetahui kebanyakkan apa apa yang kamu perbuat.

 

41:40  Sesungguhnya orang2 yang menyangkal ayat ayat Kami, mereka tiada tersembunyi atas Kami. Manakah yang terlebih baik, orang yang dijatuhkan ke dalam neraka atau orang yang datang dengan aman pada hari kiamat? Kerjakan olehmu apa apa yang kamu kehendaki, sesungguhnya Dia Mahamelihat apa apa yang kamu kerjakan.

 

41:41 Sesungguhnya orang orang kafir (ingkar) akan peringatan (Quran), setelah sampai kepadanya, (akan Kami balas dengan siksaan). Sungguh Quran ini kitab yang mulia.

 

43:80 Bahkan adakah mereka mengira, bahwa Kami tiada mendengar rahsia dan bisikan2 mereka? Ya. (Kami dengar) sedang utusan utusan (malaikat) Kami menuliskannya disisi mereka.

 

45:29 Inilah kitab Kami (Yang menuliskan amalan kamu), menerangkan kepadamu dengan sebenarnya. Sesungguhnya Kami telah menyuruh tuliskan apa apa yang telah kamu kerjakan.

 

45:33 Dan nyatalah kepada mereka kejahatan apa apa yang telah mereka kerjakan, dan mereka ditimpa (siksa) yang telah mereka perolok olokkan.

 

49:6 Hai orang orang yang beriman, jika datang kepadamu orang pasik (membawa berita), hendaklah kamu periksa kebenarannya, (kerana takut), kalau kalau kamu mengenai suatu kaum tanpa pengetahuan, lalu kamu menyesal atas perbuatanmu.

 

50:17  ( Ingatlah ketika ) mencatat dua (malaikat) yang mencatat, duduk di sebelah kanan dan di sebelah kiri.

 

50:18  Tiadalah perkataan yang dikeluarkan seseorang, melainkan di sisinya ada (malaikat) pengawas yang hadir.

 

53:38 (Iaitu) bahawa orang yang berdosa tiada memikul dosa orang lain.

 

53:39 Dan bahawa tiadalah untuk manusia, melainkan apa apa yang diusahakannya.

 

53:40 Dan bahawa usahanya itu akan diperlihatkan kepadanya.

 

53:41 Kemudian akan dibalas dengan pembalasan yang sempurna.

 

53:42 Dan bahawa sesungguhnya kepada Tuhanmu tempat kesudahan (kembali).

 

54:26 Nanti mereka akan mengetahui besok, siapa yang sebenarnya pendusta dan sombong.

 

54:46 Bahkan hari kiamatlah waktu yang dijanjikan untuk mereka, sedang kiamat itu lebih hebat (siksaannya) dan lebih pahit (getir).

 

56:87 Mengapa tidak kamu kembalikan roh itu, jika kamu orang yang benar?

 

69:18 Pada hari itu kamu dihadapkan (kehadirat Tuhan untuk berhisab), sehingga tidak tersembunyi daripadamu apa apa yang tersembunyi.

 

69:19 Adapun orang yang diberikan buku (amalannya) dari sebelah kanannya, maka ia berkata : Kamu ambillah (dan) bacalah bukuku!

 

69:20 Sesungguhnya aku menyangka (yakin), bahwa aku akan menemui perhitunganku.

 

69:21 Maka ia dalam kehidupan yang disukainya,

 

69:22 (Iaitu) dalam syurga yang tinggi,

 

69:23 Buah buahannya rendah (mudah memetiknya).

 

69:24 (Dikatakan kepadanya) : Makanlah kamu dan minumlah dengan bersedap sedap, kerana (amalan) yang telah kamu dahulukan pada hari hari yang lalu.

 

69:25 Adapun orang yang diberikan buku (amalannya) dari sebelah kirinya, maka ia berkata : Aduhai kiranya, janganlah hendaknya diberikan buku amalanku!

 

69:26 Dan aku tidak mengetahui, apakah perhitunganku?

 

69:27 Aduhai kiranya, cukuplah mati, untuk memutuskan hidupku (tiada hidup kembali).

 

69:28 (Sekarang) tidak bermanfaat bagiku harta bendaku.

 

69:29 Telah hilang dari kekuasaanku.

 

69:30 Kamu peganglah orang itu (hai penjaga neraka), lalu belenggulah!

 

69:31 Kemudian masukkanlah dia ke dalam neraka!

 

69:32 Kemudian masukkanlah dia ke dalam rantai, yang panjangnya tujuh puluh hasta.

 

69:33 Sesungguhnya dia  (masa dahulu) tidak beriman kepada Allah yang Maha besar.

 

69:34 Dan tiada menyuruh memberi makan orang miskin.

 

69:35 Maka tidak ada baginya karib kerabat pada hari ini di sini (dalam neraka)

 

69:36 Dan tidak pula makanan selain daripada darah dan nanah.

 

69:37 Yang tiada akan memakannya, kecuali orang orang yang bersalah (berdosa).

 

69:48 Sesungguhnya (Quran) adalah peringatan bagi orang orang yang taqwa.

 

74:6 Janganlah engkau memberikan (sesuatu) kerana hendak meminta lebih banyak (daripadanya).

 

74:8 Apabila ditiup sangkakala (terompet),

 

74:9 Maka itulah, hari yang amat susah,

 

75:3 Adakah manusia mengira, bahawa Kami tiada akan mengumpulkan tulang-tulangnya?

 

75:4 Ya, Kami kuasa mengembalikan semua jarinya (meskipun cap jari manusia itu berbeza beza di antara setiap manusia).

 

75:5 Bahkan manusia menghendaki supaya (terus) derhaka di masa yang akan datang.

 

75:6 Ia bertanya: Apabilakah hari kiamat?

 

75:7 Apabila pemandangan telah tercengang (kerana ketakutan),

 

75:8 Dan bulan telah gelap cahayanya,

 

75:9 Dan matahari dan bulan telah dihimpunkan,

 

75:10 (Ketika itu) manusia berkata: Kemanakah tempat lari?

 

75:11 Tidak sekali kali, tak ada tempat berlindung.

 

75:12 Hanya kepada Tuhanmu pada hari itu tempat tetap (kembali).

 

75:13 Dikhabarkan kepada manusia ketika itu, apa apa amalan yang didahulukannya dan yang dikemudiankannya.

 

75:14 Bahkan manusia jadi saksi atas dirinya sendiri.

 

75:24 Muka pada hari itu sangat masam,

 

75:25 Kerana menyangka (yakin), bahawa akan dijatuhkan bahaya kepadanya.

 

77:7 Sesungguhnya apa apa yang dijanjikan kepadamu akan jadi kenyataan

 

77:8 Iaitu bila bintang bintang telah hilang cahayanya,

 

77:9 Dan bila langit telah belah.

 

77:10 Dan bila gunung gunung telah hancur (lumat).

 

77:11 Dan bila rasul rasul telah ditentukan waktu (menghimpunkannya).

 

77:12 Untuk hari apakah rasul rasul itu dijanjikan (kesaksiannya)

 

77:13 (Ialah) untuk hari keputusan (hukuman bagi segala manusia).

 

77:14 Tahukah engkau apakah hari keputusan itu?

 

77:15 Wailun (celakalah) pada hari itu untuk orang orang yang mendustakan.

 

77:16 Bukankah Kami membinasakan orang orang dahulu kala?

 

77:17 Kemudian Kami perikutkan dengan orang orang yang kemudiannya?

 

77:18 Demikianlah Kami perbuat untuk orang orang yang berdosa.

 

77:19 Wailun (celakalah) pada hari itu untuk orang orang yang mendustakan.

 

77:24 Celakalah pada hari itu untuk orang orang yang mendustakan.

 

77:28 Celakalah pada hari itu untuk orang orang yang mendustakan.

 

77:34 Celakalah pada hari itu untuk orang orang yang mendustakan.

 

77:37 Celakalah pada hari itu untuk orang orang yang mendustakan.

 

77:40 Celakalah pada hari itu untuk orang orang yang mendustakan.

 

77:45 Celakalah pada hari itu untuk orang orang yang mendustakan.

 

77:46 Makanlah kamu (hai orang orang kafir) dan bersukarialah sementara waktu, sungguh kamu orang orang berdosa.

 

77:47 Celakalah pada hari itu untuk orang orang yang mendustakan.

 

77:49 Celakalah pada hari itu untuk orang orang yang mendustakan.

 

78:29 Tiap tiap sesuatu telah Kami catat (tuliskan) dalam sebuah buku,

 

81:10 Dan apabila buku buku (amalan) telah disiarkan,

 

81:11 Dan apabila langit telah dikelupaskan (dicabut),

 

81:12 Dan apabila neraka telah dinyalakan,

 

81:13 Dan apabila surga telah dihampirkan (kepada orang yang patut memasukinya),

 

81:14 (Maka ketika itu) mengetahui tiap tiap orang apa apa yang telah dihadirkannya (dikerjakannya).

 

82:10 Dan sesungguhnya atas dirimu ada penjaga penjaga.

 

82:11 Yang mulia mulia lagi menuliskan (amalan kamu).

 

82:12 Mereka mengetahui apa apa yang kamu perbuat.

 

83:1 Celakalah (siksalah) untuk orang orang yang menipu,

 

83:2 Apabila mereka menyukati dari manusia (untuk dirinya) mereka sempurnakan (penuhkan),

 

83:3 Dan apabila mereka menyukati atau menimbang untuk orang lain, mereka kurangkan.

 

83:4 Tiadalah mereka menyangka, bahawa mereka akan dibangkitkan,

 

83:5 Pada hari yang besar (hari kiamat)?

 

83:6 (Iaitu) pada hari manusia berdiri (menghadap) kepada Tuhan semesta alam.

 

83:7 Sesungguhnya buku (amalan) orang2 jahat dalam Sijjin (buku besar yang menghimpunkan segala amalan orang2 berdosa)

 

83:8 Tahukah engkau apakah Sijjin itu?

 

83:9 (Ialah) kitab yang ditulis.

 

83:10 Celakalah (siksalah) pada hari itu untuk orang2 yang mendustakan,

 

83:11 Yang mereka itu mendustakan hari pembalasan,

 

83:12 Dan tiadalah yang mendustakannya, melainkan tiap tiap orang aniaya lagi berdosa,

 

83:13 Apabila dibacakan kepadanya ayat ayat Kami, ia berkata: (Ini) dongeng dongeng orang dahulu,

 

83:14  Sekali kali tidak. Tetapi telah berkarat hati mereka, kerana dosa yang mereka usahakan.

 

83:15  Sesungguhnya pada hari itu mereka tertutup, daripada Tuhan mereka.

 

83:16  Kemudian sesungguhnya mereka memasuki neraka.

 

83:17 Kemudian dikatakan: Inilah siksaan yang telah kamu dustakan dahulu.

 

84:10 Adapun orang yang diberikan buku (amalannya) dari sebelah belakang punggungnya,

 

84:11 Maka ia akan menyeru: Ya, binasalah aku!

 

84:12 Dan ia akan masuk ke dalam neraka.

 

84:13 Sesungguhnya dahulu ia bersuka ria dengan keluarganya.

 

84:14 Sesungguhnya ia menyangka, bahawa ia tidak akan kembali (kepada Tuhannya).

 

84:15 Ya, (mesti kembali). Sesungguhnya Tuhannya Mahamelihat usahanya.

 

84:16 Aku bersumpah dengan syafaq ( cahaya yang merah di ufuq )

 

84:17 Demi malam dan apa apa yang dikandungnya.

 

84:18 Demi bulan, bila telah terang benderang,

 

84:19 Sesungguhnya kamu akan menemui sesuatu hal demi sesuatu hal (pase demi pase).

 

84:20 Maka mengapakah mereka tidak mau beriman?

 

84:21 Dan apabila Al-Qur’an dibacakan kepada mereka, mereka tidak mau tunduk.

 

84:24 Maka berilah mereka khabar dengan siksa yang pedih.

 

86:4 Sesungguhnya tiap tiap orang ada pengawasnya (malaikat).

 

88:17 Tiadakah mereka memperhatikan unta, bagaimana ia dijadikan?

 

88:18 Dan (memperhatikan) langit, bagaimana ia ditinggikan?

 

88:19 Dan (memperhatikan) gunung gunung, bagaimana ia ditegakkan?

 

88:20 Dan (memperhatikan) bumi, bagaimana ia didatarkan?

 

88:21 Maka berilah (mereka) peringatan, engkau hanya memberi peringatan.

 

88:22 Engkau bukan memaksa mereka.

 

88:23 Tetapi siapa yang berpaling (tiada mengikut peringatan itu) dan ingkar,

 

88:24 Maka Allah akan menyiksanya dengan siksa yang lebih besar

 

88:25 Sesungguhnya kepada Kami mereka kembali,

 

88:26 Kemudian Kamilah memperhitungkan (amalan) mereka.

 

 

https://myislam.org/quran-transliteration/

 

Maha Benar Allah yang Maha Agung

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Justeru orang perempuan sangat beruntung kerana tidak perlu memikul jawatan sebagai khalifah bagi apa apa jabatan atau unit kerja. Manakala lelaki yang malang akan terpilih menjadi khalifah daripada lantikan jemaah mesyuarat yang berbincang sudah tiada ada sesiapa yang lebih layak memikul amanah berat itu, tetapi adalah paling patut diberikan kepada Polan bin Polan. Si Polan sebenarnya Polan tidak sanggup menerima amanah itu kerana memikirkan soalan yang akan ditanya dan dipertanggungjawabkan ke atasnya nanti semasa perbicaraan menurut dokumentasi dalam buku Illiyin dan Sijjin di akhirat. Tetapi si Polan tiada pilihan terpaksa wajib sanggup menerimanya kerana telah menjadi Fardu Kifayah baginya kerana telah diputuskan dalam mesyuarat lantikan begitu, sudah tiada lagi terdapat yang layak menjadi khalifah melainkan hanya tinggal diri si Polan sahaja... Tetapi kenapakah hari ini ramai insan masih berani berebut rebut mau jawatan strategik khalifah dalam jabatan, unit, pejabat, institusi, persatuan dsbnya?

 

Sangat berbeza dengan hakikat realiti masyarakat zaman kini di mana masing masing sanggup berebut mahu kekal berada di puncak kuasa! Lebih buruk lagi apabila masing masing sanggup fitnah memfitnah bagi memburukkan pihak lawan bertujuan menjatuhkan maruah pihak lawan. Di manakah diletak maruah Islam yang suci pada masa yang sama, orang masyarakat bukan Islam dan dunia memandang dengan sinis kepada perbuatan buruk masyarakat Islam yang sudah terlalu cinta mengejar dunia dan melupakan akhirat:

 

 

 

 

11:15 Barang siapa menghendaki hidup di dunia dan perhiasannya, Kami sempurnakan pekerjaannya di dunia, sedang mereka tiada dirugikan.

 

11:16 Tetapi tidak ada bagi mereka di akhirat, melainkan neraka. Dan hapuslah apa apa yang mereka perbuat di dunia, dan binasalah apa apa yang mereka amalkan.

 

 

 

 

Rasullulah tidak mengajar dengan kata kata, manakala serupa juga di kalangan para sahabat mereka juga tidak mengajar kita dengan kata kata tetapi dengan perbuatan dan amalan mereka. Maksudnya di sini, amalan Rasullulah dan para sahabat nabi, orang perempuan tidak dilantik menjadi khalifah. Malahan, di kalangan para Nabi dan Rasul tiada Nabi atau Rasul dari kalangan perempuan.

 

 

 

Khalifah di zaman silam, selain menjadi Guru Agama atau Ulama tersohor, mereka juga adalah saintis terkemuka yang menciptakan pelbagai alat kesenangan untuk manusai. Seperti kamera, jam, prinsip kapal terbang dll. Mereka tidak ada mengambil upah atau hak patentship kerana apa yang diciptakan adalah kerana Allah. Mereka menolak diberikan hadiah walaupun hasil ciptaan mereka digunakan oleh seluruh manusia.

 

TGNA juga antara insan istimewa yang semua kerjanya adalah ikhlas kerana Allah dan amat sederhana, zuhud dan beliau berjaya menarik orang bukan Islam kepada Islam dengan caranya yang selalu konsisten, lembut tetapi tegas, amat amanah, bijaksana, benar dan lurus.

 

Begitu juga dengan Tan Sri Dr. P. Ramlee, di mana, beliau amat sederhana, gemar bersedekah dan suka menolong orang. Filem filem dan lagunya sarat dengan unsur unsur peringatan, nasihat berguna dan nilai nilai kebaikan, menjauhi porak peranda dan membawa menuju kearah kebaikan. Beliau juga tidak mengharapkan upah dari filem dan lagunya.

 

Begitu juga dengan orang Muaalaf yang berperanan besar menegakkan agama Allah, seperti Ustad Ebit Liew, Ustad Firdaus Wong, Ustad Ravi Abdullah, Ustad Ridhuan Tee Abdullah, Brother Lim Joo Hooi dan banyak lagi.

 

Dan kita juga beruntung dikurniakan insan penegak agama Allah seperti Dr Zakir naik dan Sheikh Ahmed Deedat.

 

Wajarlah kita berasa malu dengan semua mereka dan wajar kita mengorak langkah kearah menyampaikan agama Allah, yakni agama yang diredhoi oleh Allah Tuhan sekalian Alam yang membawa kebaikan dan kesejahteraan buat semua insan.

 

 

 

Manakala dalam Al Quran berbunyi :

 

11:23 Sesungguhnya orang orang yang beriman dan beramal salih dan tenteram hati mereka terhadap Tuhannya, mereka itu penghuni syurga serta kekal di dalamnya.

 

25:64 Dan orang orang yang pada malam hari bersujud dan sembahyang pada Tuhannya.

 

32:16 Rusuk (lambung) mereka terjauh dari tempat berbaring (kurang tidur malam hari), sedang mereka memohon kepada Tuhannya dengan ketakutan dan harapan, dan mereka menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami berikan kepadanya.

 

39:9 Adakah orang yang taat (patuh mengikut Allah) pada waktu malam, seraya sujud dan berdiri, lagi takut akan (siksa) akhirat, serta mengharapkan rahmat Tuhannya ( sama dengan orang yang durhaka)? Katakanlah; Adakah sama orang orang yang berilmu pengetahuan dengan orang orang yang tidak berilmu pengetahuan? (Tentu tidak). Hanya yang menerima peringatan ialah orang orang yang berakal. 

 

39:22 Adakah orang yang dilapangkan Allah dadanya untuk Islam, sehingga ia mendapat cahaya dari Tuhannya, (sama dengan orang yang keras hatinya?) Maka celakalah bagi orang yang keras hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.

 

 

 

Terjemahan Hadis Sahih Al Imam Al Bukhari

 

33. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Nabi  saw. bersabda : “Sesungguhnya agama (Islam) itu ringan. Barang siapa memperberat berat, maka dia akan dikalahkan oleh agama. Oleh kerana itu kerjakanlah (agama itu) menurut mestinya atau mendekati mestinya, dan gembiralah (kerana akan beroleh pahala), serta beribadatlah (mohonlah pertolongan Allah) pada waktu pagi, petang dan sebahagian malam.”

 

76. Dari Abdullah bin Amr bin Ash r.a. katanya dia mendengar Rasullulah saw. bersabda: “Allah tidak menarik kembali ilmu pengetahuan dengan jalan mencabutnya dari hati sanubari manusia, tetapi dengan jalan mematikan orang orang berpengetahuan (ulama). Apabila orang berpengetahuan telah punah, maka masyarakat akan mengangkat orang orang bodoh menjadi pemimpin yang akan dijadikan tempat bertanya. Orang orang bodoh ini akan berfatwa tanpa ilmu; mereka itu sesat dan menyesatkan,”.

 

1569. Dari Abu Bakrah r.a. katanya: Ketika sampai khabar kepada Rasullulah saw. bahwa penduduk parsi telah mengangkat anak perempuan Kisra menjadi Raja mereka, lalu Beliau bersabda : “Tidaklah beruntung satu kaum yang mengangkat seorang perempuan untuk urusan pemerintahan mereka,”.

 

1739. Dari Ibnu ‘Abbas r.a. katanya: Saya dengar Rasullulah saw. bersabda: “Seandainya seorang anak Adam (manusia) mempunyai harta sepenuh dua lembah, tentulah ia meminta agar diberi harta selembah lagi. Rongga batang tubuh anak Adam itu hanya dapat dipenuhi (dipuaskan) dengan tanah. Setelah itu Tuhan memberi tobat kepada siapa yang tobat.”

 

1746. Dari Abu Hurairah r.a., katanya: Rasullulah saw. bersabda: “Kalau amanah tidak lagi dipegang teguh, maka tunggulah saat kehancuran.” Ia bertanya: “Bagaimana orang tidak memegang teguh amanah itu, ya Rasullulah?” Beliau menjawab: “Kalau sesuatu urusan telah diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya maka tunggulah saat kehancuran.”

 

1755. Dari Imran r.a., dari Nabi saw. beliau bersabda: “Aku menengok ke dalam syurga, maka ku lihat kebanyakkan isinya orang miskin. Dan aku menengok ke dalam neraka, maka ku lihat kebanyakkan isinya kaum wanita.”

 

1868. Dari Abdullah r.a.: Nabi saw. bersabda: “Mencaci orang islam itu suatu kejahatan dan membunuhnya adalah kekafiran.”

 

1897. Dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi saw. Beliau bersabda: “Sesungguhnya kamu sangat mengharapkan Jabatan Pemerintahan, tetapi di hari kiamat hal itu menjadi penyesalan. Amat baik perempuan yang menyusukan anaknya dan amat buruk perempuan yang berhenti menyusukan,”

 

1898. Dari Abu Musa r.a. katanya: Saya bersama dua orang kaum saya datang kepada Nabi saw. : Yang seorang mengatakan: “Angkatlah kami untuk jabatan pemerintahan, ya Rasullullah!” Dan yang seorang lagi mengucapkan perkataan serupa itu pula. Beliau menjawab: “Sesungguhnya kami tidak mengangkat untuk itu orang yang memintanya dan tidak pula orang yang sangat mengharapkannya.”

 

1899 Dari Ma’qil r.a. katanya: Saya akan menceritakan kepada engkau hadis yang saya dengar dari Rasullulah saw dan saya telah mendengar beliau bersabda: “ Seseorang yang telah ditugaskan Tuhan memerintahi rakyat, kalau dia tidak memimpin rakyat itu dengan jujur, niscaya dia tiada akan memperoleh bau syurga.”

 

1900 Dari Ma’qil r.a. katanya: Saya akan menceritakan kepada engkau hadis yang saya dengar dari Rasullulah saw dan beliau bersabda: “Seorang pembesar yang memerintahi rakyat kaum Muslimin, apabila pembesar itu mati, sedang dia tidak jujur terhadap rakyat, niscaya dia dilarang oleh Allah masuk syurga”.

 

1904. Dari Abdur Rahman bin Abu Bakar r.a. katanya: Abu Bakrah menulis surat kepada anaknya yang ketika itu sedang berada di Sijitsan: “Bahwa janganlah engkau memutuskan perkara antara dua orang yang bersilisih, pada hal engkau sedang marah, kerana sesungguhnya saya mendengar Nabi saw. bersabda: “Janganlah seorang hakim memutuskan perkara antara dua orang yang berselisih, pada hal dia sedang marah”.

 

1927. Dari Abu Hurairah r.a. katanya: Rasullullah saw. bersabda: “Tiga golongan, tidak bercakap cakap Allah dengan mereka dan tidak akan menyucikan mereka di hari kiamat dan mereka memperoleh siksaan yang pedih. 1. Orang yang mempunyai kelebihan air dalam perjalanan tetapi dia tidak mau memberikannya kepada musafir (yang memerlukan). 2. Orang yang berjanji setia kepada Imam (Kepala Pemerintahan), tetapi dia berjanji setia itu hanya kerana hendak memperoleh keuntungan dunia. Kalau dia diberi, dipenuhinya janjinya. Tetapi kalau tidak diberi, janji itu tidak dipenuhinya. 3. Orang yang jual beli suatu barang sesudah ‘Asar, lalu orang yang membeli itu bersumpah dengan nama Allah, bahwa telah dibayarnya sekian , lalu dibenarkan oleh orang menjual. Maka diberikannya barang itu, pada hal yang sebenarnya belum dibayar.”

 

1964. Dari Urwah r.a. katanya: Abdullah bin Umar naik haji bersama dengan kami dan kami dengar dia berkata: “ Saya mendengar Nabi saw. bersabda: Sesungguhnya Allah tidak akan mengambil (menghilangkan) ilmu sekaligus sesudah diberikanNya, melainkan mengambil itu dengan mengambil (mewafatkan) ahli ilmu bersama ilmunya. Maka tinggallah orang orang bodoh. Mereka diminta fatwanya: lalu mereka berfatwa menurut kemauan sendiri. Sebab itu, mereka menyesatkan dan sesat.

 

2018. Dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi saw. Beliau bersabda: “Allah berfirman: “Aku telah menyediakan untuk hambaKu yang salih, apa yang belum pernah mata melihat, belum pernah telinga mendengar dan belum pernah teringat dalam hati manusia.”

 

 

 

 

 

 

33. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Nabi  saw. bersabda : “Sesungguhnya agama (Islam) itu ringan. Barang siapa memperberat berat, maka dia akan dikalahkan oleh agama. Oleh kerana itu kerjakanlah (agama itu) menurut mestinya atau mendekati mestinya, dan gembiralah (kerana akan beroleh pahala), serta beribadatlah (mohonlah pertolongan Allah) pada waktu pagi, petang dan sebahagian malam.”

 

76. Dari Abdullah bin Amr bin Ash r.a. katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Allah tidak menarik kembali ilmu pengetahuan dengan jalan mencabutnya dari hati sanubari manusia, tetapi dengan jalan mematikan orang orang berpengetahuan (ulama). Apabila orang berpengetahuan telah punah, maka masyarakat akan mengangkat orang orang bodoh menjadi pemimpin yang akan dijadikan tempat bertanya. Orang orang bodoh ini akan berfatwa tanpa ilmu; mereka itu sesat dan menyesatkan,”.

 

1382. Dari Abu Hurairah r.a., katanya: Nabi  s.a.w. berdiri bersama kami, lalu beliau menyebut perkara korupsi. Beliau mengatakan perkara itu besar dan amat besar. Beliau bersabda: “Saya nanti menemui seorang kamu pada hari kiamat, di atas bahunya (kuduknya) ada kambing yang mengembek, kuda yang meringkik,”. Orang itu berkata: “Ya Rasulullah! Tolonglah saya!”. Saya menjawab: “Saya tidak dapat menolong engkau sedikitpun. Sesungguhnya saya pernah menyampaikan kepada engkau.” Dan di atas bahunya unta yang melenguh, orang itu berkata: “Ya Rasulullah, tolonglah saya!”. Saya menjawab: “Saya tidak dapat menolong engkau sedikitpun. Sesungguhnya saya pernah menyampaikan kepada engkau.” Dan di atas bahunya emas dan perak (harta). Ia berkata: “Ya Rasulullah! Tolonglah saya!”. Saya menjawab: “Saya tiada dapat menolong engkau sedikitpun. Sesungguhnya saya pernah menyampaikan kepada engkau.” Dan di atas bahunya sepotong kain yang berkibar kibar. Dia berkata: “Ya Rasulullah! Tolonglah saya!”. Saya menjawab: “Saya tiada dapat menolong engkau sedikitpun. Sesungguhnya saya pernah menyampaikan kepada engkau.” 

 

 

1569. Dari Abu Bakrah r.a. katanya: Ketika sampai khabar kepada Rasulullah saw. bahwa penduduk parsi telah mengangkat anak perempuan Kisra menjadi Raja mereka, lalu Beliau bersabda : “Tidaklah beruntung satu kaum yang mengangkat seorang perempuan untuk urusan pemerintahan mereka,”.

 

1739. Dari Ibnu ‘Abbas r.a. katanya: Saya dengar Rasulullah saw. bersabda: “Seandainya seorang anak Adam (manusia) mempunyai harta sepenuh dua lembah, tentulah ia meminta agar diberi harta selembah lagi. Rongga batang tubuh anak Adam itu hanya dapat dipenuhi (dipuaskan) dengan tanah. Setelah itu Tuhan memberi tobat kepada siapa yang tobat.”

 

1746. Dari Abu Hurairah r.a., katanya: Rasulullah saw. bersabda: “Kalau amanah tidak lagi dipegang teguh, maka tunggulah saat kehancuran.” Ia bertanya: “Bagaimana orang tidak memegang teguh amanah itu, ya Rasullulah?” Beliau menjawab: “Kalau sesuatu urusan telah diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya maka tunggulah saat kehancuran.”

 

1868. Dari Abdullah r.a.: Nabi saw. bersabda: “Mencaci orang islam itu suatu kejahatan dan membunuhnya adalah kekafiran.”

 

1897. Dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi saw. Beliau bersabda: “Sesungguhnya kamu sangat mengharapkan Jabatan Pemerintahan, tetapi di hari kiamat hal itu menjadi penyesalan. Amat baik perempuan yang menyusukan anaknya dan amat buruk perempuan yang berhenti menyusukan,”

 

 

 

Simbolik perempuan menyusu anak digunakan disini di mana ikut sains tempoh waktu  terbaik menyusu bayi adalah untuk selama 2 tahun maknanya perempuan itu sesuai berada di rumah 2 tahun untuk mengurus hal bayi kecilnya. Kewajipan mencari nafkah atau mencari makan dan memberi tempat perlindungan adalah kewajipan pihak laki laki, bukan pihak wanita. Dan perempuan adalah pihak yang sepatut lebih layaknya pihak yang perlu dilindungi dan diberi nafkah. Juga sejak bilakah Nabi, Rasul dan Quran mengajar kita Khalifah adalah paling baiknya dilantik dari kalangan Perempuan? Juga walaupun Islam menyarankan Khalifah itu baik dipilih dari kalangan laki laki (diperlihatkan melalui gerak kerja amalan nabi dan rasul) tetapi bukanlah dipilih dari laki laki sembarangan – Ciri cirinya, laki laki itu sendiri adalah laki laki mulia di sisi Tuhannya di mana perangai tingkah lakunya berhemah lagi lembut, bertolak ansur, bijaksana dalam membuat keputusan, amanah, jujur, telus, adil, memahami, penyayang, pendengar yang baik, tidak ria, tidak ujub, tidak istidraj, selalu merendah diri dan zuhud, bersikap pemaaf, penyayang, pemurah, penyantun, suka menolong orang /haiwan /alam, dan dia sendiri sebenarnya menolak iaitu dia sendiri tidak mau duduk atau mengambil jawatan khalifah tersebut kerana dia sendiri takut pada tanggungjawab yang berat yang sedia menanti beliau untuk dilaksanakan. Sanggupkah dia melaksanakan segala tanggungjawab itu kerana khalifah itu sebenarnya bekerja kerana Allah hanya untuk kebaikan manusia lain di bawah kuasa takluk pemerintahannya seperti hadis 1897 dan Hadis 1898. Justeru laki laki baik itu adalah dalam keadaan dia terpaksa menerima jawatan khalifah kerana fardhu kifayah dan jauh sekali dari dia meronta ronta atau berlumba lumba atau berebut rebut mau mengejar, memiliki jawatan khalifah itu.

 

1898. Dari Abu Musa r.a. katanya: Saya bersama dua orang kaum saya datang kepada Nabi saw. : Yang seorang mengatakan: “Angkatlah kami untuk jabatan pemerintahan, ya Rasulullah!” Dan yang seorang lagi mengucapkan perkataan serupa itu pula. Beliau menjawab: “Sesungguhnya kami tidak mengangkat untuk itu orang yang memintanya dan tidak pula orang yang sangat mengharapkannya.”

 

Berdasarkan hadis sahih Bukhary no 1898 ini, maka jelaslah khalifah dalam Islam wajib dilantik hanya selepas perbincangan dari ahli jemaah mesyuarat yang berwibawa. Khalifah hanya boleh dilantik dari kalangan mereka yang tidak mau jawatan khalifah itu diberikan kepada mereka kerana mereka takut akan tanggunggjawab yang akan dipersoal Allah di akhirat kelak iaitu apabila didatangkan illiyin dan sijjin dan apabila kulit dan anggota manusia dipandaikan berkata kata oleh Allah. Dari amalan dan gerakkerja Rasulullah dan sahabat pula, tiada khalifah dilantik dari kalangan wanita. Begitu juga dari kalangan para Nabi bahwa tiada nabi dari kalangan perempuan kerana Allah telah menciptakan manusia laki laki sebagai pelindung dan pembela kepada wanita. Lelaki juga cenderung membuat keputusan berdasarkan akal fikiran dan tidak menurut emosi atau hawa nafsu. Manakala wanita lebih banyak membuat keputusan berdasarkan emosi marah dan nafsu tidak puashati terutama jika mereka masih berada dalam tempoh pengaruh putaran tinggi rendahnya hormon estrogen progesterone kerana datang bulan. Simbolik penciptaan Hawa adalah dari rusuk Nabi Adam yang bengkok. Justeru daripada Hadis Sahih Bukhary 1898 ini jelaslah mereka yang memburu jawatan dan memperbuat 1001 helah untuk berkuasa adalah sama sekali mereka ini tidak layak untuk diambil menjadi khalifah. Golongan wanita pula adalah dari golongan lebih beruntung kerana mereka tidak perlu menggalas tanggungjawab penting sebagai khalifah dalam pentadbiran Islam.

 

Dalam Islam apabila untuk kes cerai, akan bercerai satu pasangan hanya apabila dengan satu lafaz cerai saja oleh lelaki. Tetapi tidak jatuh hukum cerai apabila ribuan kali lafaz cerai yang dikeluarkan dari mulut wanita. Justeru, dari sini, kita telah nampak Allah dan rasulnya memang telah memilih manusia laki laki untuk jadi khalifah atau jadi ketua atau pemimpin dan juga untuk membuat keputusan. Tapi bukanlah maksudnya merendahkan wanita kerana wanita adalah insan istimewa ciptaan dari yang Mahasuci.

 

Begitulah indahnya aturan dalam Islam. Malangnya, amat dukacita apabila saja penjajah menyuruh orang Islam memisahkan agama dari politik lalu, saranan penjajah ini diterima oleh kita tanpa kita melihat apa kehendak dan perintah agama seperti yang diamalkan oleh para Nabi & Rasul sebelum ini. Justeru, contoh terbaik dalam pelantikan dan pemilihan Khalifah di zaman kita ini adalah seperti yang pernah diamalkan oleh Allahyarham Tuan Guru Nik Aziz Nik Mat.

 

 

 

 

1899 Dari Ma’qil r.a. katanya: Saya akan menceritakan kepada engkau hadis yang saya dengar dari Rasulullah saw dan saya telah mendengar beliau bersabda: “ Seseorang yang telah ditugaskan Tuhan memerintahi rakyat, kalau dia tidak memimpin rakyat itu dengan jujur, niscaya dia tiada akan memperoleh bau syurga.”

 

1900 Dari Ma’qil r.a. katanya: Saya akan menceritakan kepada engkau hadis yang saya dengar dari Rasulullah saw dan beliau bersabda: “Seorang pembesar yang memerintahi rakyat kaum Muslimin, apabila pembesar itu mati, sedang dia tidak jujur terhadap rakyat, niscaya dia dilarang oleh Allah masuk syurga”.

 

1904. Dari Abdur Rahman bin Abu Bakar r.a. katanya: Abu Bakrah menulis surat kepada anaknya yang ketika itu sedang berada di Sijitsan: “Bahwa janganlah engkau memutuskan perkara antara dua orang yang bersilisih, pada hal engkau sedang marah, kerana sesungguhnya saya mendengar Nabi saw. bersabda: “Janganlah seorang hakim memutuskan perkara antara dua orang yang berselisih, pada hal dia sedang marah”.

 

1927. Dari Abu Hurairah r.a. katanya: Rasulullah saw. bersabda: “Tiga golongan, tidak bercakap cakap Allah dengan mereka dan tidak akan menyucikan mereka di hari kiamat dan mereka memperoleh siksaan yang pedih. 1. Orang yang mempunyai kelebihan air dalam perjalanan tetapi dia tidak mau memberikannya kepada musafir (yang memerlukan). 2. Orang yang berjanji setia kepada Imam (Kepala Pemerintahan), tetapi dia berjanji setia itu hanya kerana hendak memperoleh keuntungan dunia. Kalau dia diberi, dipenuhinya janjinya. Tetapi kalau tidak diberi, janji itu tidak dipenuhinya. 3. Orang yang jual beli suatu barang sesudah ‘Asar, lalu orang yang membeli itu bersumpah dengan nama Allah, bahwa telah dibayarnya sekian , lalu dibenarkan oleh orang menjual. Maka diberikannya barang itu, pada hal yang sebenarnya belum dibayar.”

 

1964. Dari Urwah r.a. katanya: Abdullah bin Umar naik haji bersama dengan kami dan kami dengar dia berkata: “ Saya mendengar Nabi saw. bersabda: Sesungguhnya Allah tidak akan mengambil (menghilangkan) ilmu sekaligus sesudah diberikanNya, melainkan mengambil itu dengan mengambil (mewafatkan) ahli ilmu bersama ilmunya. Maka tinggallah orang orang bodoh. Mereka diminta fatwanya: lalu mereka berfatwa menurut kemauan sendiri. Sebab itu, mereka menyesatkan dan sesat.

 

2018. Dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi saw. Beliau bersabda: “Allah berfirman: “Aku telah menyediakan untuk hambaKu yang salih, apa yang belum pernah mata melihat, belum pernah telinga mendengar dan belum pernah teringat dalam hati manusia.”

 

 

 

Terjemahan Hadis Sahih Al Imam Muslim:

 

114. Dari Al Hasan r.a. katanya: Aku mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda : “Seorang hamba yang dipercayakan Allah memimpin rakyatnya, tetapi dia menipu rakyat, maka jika dia mati, Allah mengharamkan syurga baginya.”

 

 

 

.

No comments:

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.