Total Pageviews

Thursday, 7 May 2026

Pemimpin zalim & korup

 

Pemimpin zalim & korup

 

Corrupt, Cruel Ruler

 

https://myislam.org/quran-transliteration/

 

Aku berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.

 

 

 

2:41 Dan berimanlah kamu kepada (Kitab) yang Kuturunkan, yang membenarkan (Kitab) yang ada serta kamu (Taurat) dan janganlah kamu orang yang mula mula kafir dengan dia, dan janganlah kamu jual ayat ayatKu dengan uang sedikit, dan takutlah kepadaKu.

 

2:42 Dan janganlah kamu campurkan kebenaran dengan yang batil dan (jangan) kamu sembunyikan kebenaran itu, sedang kamu mengetahuinya.

 

3:73 Dan janganlah kamu percaya, melainkan kepada orang yang mengikut agamamu. Katakanlah (ya Muhammad): Sesungguhnya petunjuk (yang sebenarnya) ialah petunjuk Allah. (Dan lagi, janganlah kamu percaya), bahwa seseorang diberi (Kitab) seperti yang diberikan kepadamu atau mereka mengalahkan kamu di sisi Tuhanmu. (Kata ahli kitab) Katakanlah: Sesungguhnya kurnia itu di tangan Allah, diberikanNya kepada siapa yang dikehendakiNya dan Allah Lapang (kurniaNya), lagi Mahamengetahui.

 

4:105 Sesungguhnya telah Kami turunkan Kitab kepada engkau dengan (membawa) kebenaran, supaya engkau menghukum antara manusia dengan apa yang diperlihatkan Allah kepada engkau. Janganlah engkau pembela bagi orang orang khianat.

 

4:107 Janganlah engkau membela orang orang yang khianat kepada diri mereka sendiri; sesungguhnya Allah tiada mengasihi orang pengkhianat lagi berdosa.

 

5:8 Wahai orang orang yang beriman! Hendaklah kamu menegakkan kebenaran kerana Allah, menjadi saksi yang adil. Dan janganlah kebencian kamu kepada suatu kaum (seseorang) menjerumuskan kamu untuk tidak berlaku adil. Lakukanlah keadilan. Keadilan itu lebih hampir kepada taqwa. Dan takutlah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Mahamengetahui apa yang kamu lakukan.

 

5:38 Orang pencuri laki laki dan pencuri perempuan, hendaklah dipotong tangan keduanya , sebagai balasan pekerjaan keduanya dan sebagai siksaan dari Allah, Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.

 

5:43 Bagaimanakah mereka itu meminta hukum kepada engkau, sedang disisi mereka ada Taurat, di dalamnya ada hukum Allah, kemudian mereka berpaling sesudah itu. Bukanlah mereka itu orang orang beriman.

 

5:44 Sesungguhnya Kami telah menurunkan Taurat, di dalamnya ada petunjuk dan nur (cahaya), sedang nabi nabi yang tunduk (kepada Allah) menghukum dengan Taurat itu terhadap orang orang Yahudi dan (begitu pula) ulama dan ketua ketua agama sebab mereka menghafal Kitab Allah dan mereka itu menjadi saksi atas demikian itu. Sebab itu, janganlah kamu takut kepada manusia dan takutlah kepadaKu dan janganlah kamu jual ayat ayatKu dengan wang yang sedikit. Barang siapa yang tiada menghukum menurut yang diturunkan Allah, maka mereka itu orang orang kafir.

 

5:45 Kami telah perlukan kepada mereka dalam Taurat, bahawa sesungguhnya jiwa dibalas dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka ada pula qisasnya. Barang siapa bersedekah (memaafkan) qisas itu, maka demikian itu penutup bagi dosanya. Barang siapa yang tiada menghukum menurut yang diturunkan Allah, maka mereka itu orang orang aniaya.

 

5:47 Hendaklah ahli Injil menghukum menurut yang diturunkan Allah dalam Injil itu. Barang siapa yang tiada menghukum menurut yang diturunkan Allah, maka mereka itu orang orang fasik. 

 

7:50 Orang orang penghuni neraka menyeru orang orang penghuni syurga: Tumpahkanlah air untuk kami, atau sebahagian rezeki yang di anugerahkan Allah kepadamu. Mereka itu menjawab: Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya atas orang orang kafir.

 

7:51 (Yaitu) Orang orang yang menjadikan agamanya sebagai permainan  dan pergurauan, sedang mereka telah terpedaya dengan kehidupan di dunia. Maka pada hari ini Kami lupakan mereka, sebagaimana mereka telah melupakan pertemuan hari ini dan kerana mereka menyangkal ayat ayat Kami.

 

7:86 Janganlah kamu duduk di jalan jalan, kamu pertakuti (orang) dan kamu halangi orang beriman dari pada jalan Allah dan kamu cari jalan yang bengkok. Ingatlah ketika kamu masih sedikit, kemudian kamu telah menjadi banyak dan perhatikanlah bagaimana akibatnya orang orang yang berbuat kebinasaan.

 

7:103 Kemudian sesudah mereka, Kami utus Musa  dengan membawa keterangan keterangan kepada Firaun dan kaumnya, lalu mereka  aniaya terhadapnya, maka perhatikanlah, bagaimana akibatnya orang orang yang berbuat bencana itu.

 

8:1 Mereka itu menanyakan kepada engkau tentang harta rampasan perang. Katakanlah : Harta rampasan perang itu untuk Allah dan Rasul. Sebab itu takutlah kepada Allah dan perbaikilah urusan di antaramu dan ikutlah Allah dan rasulNya, jika kamu orang beriman.

 

26:179 Sebab itu takutlah kepada Allah dan turutlah aku.

 

26:180 Aku tidak minta upah kepadamu atas usahaku, upahku tidak lain, hanya dari pada Tuhan semesta alam.

 

26:181 Sempurnakanlah sukatan, dan janganlah  kamu kurangkan!

 

26:182 Timbanglah (suatu barang) dengan timbangan (neraca) yang betul.

 

26:183 Janganlah kamu kurangkan hak manusia dan jangan pula berbuat bencana di muka bumi.

 

26:184 Takutlah kepada Yang menjadikan kamu dan (menjadikan) makhluk makhluk dahulu kala.

 

27:4 Sesungguhnya orang2 yang tidak beriman kepada akhirat, Kami hiaskan kepada mereka pekerjaannya (dipandangnya baik, meskipun sangat buruknya), sedang mereka dalam keraguan.

 

27:5 Untuk mereka sejahat jahat siksa, dan mereka itu amat merugi di akhirat,

 

30:29 Tetapi orang orang yang aniaya mengikut hawa nafsunya tanpa ilmu pengetahuan. Maka siapakah yang akan menunjuki orang yang telah disesatkan Allah? Tidak ada untuk mereka itu orang yang menolong.

 

38:26 Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan engkau Khalifah di muka bumi, maka hukumlah antara manusia dengan keadilan, dan janganlah engkau turut hawa nafsu, nanti ia menyesatkan engkau dari jalan (Agama) Allah. Sesungguhnya orang orang yang sesat dari jalan Allah, untuk mereka itu siksa yang keras, kerana mereka lupa akan hari yang berhisab.

 

49:6 Hai orang orang yang beriman, jika datang kepadamu orang pasik (membawa berita), hendaklah kamu periksa kebenarannya, (kerana takut), kalau kalau kamu mengenai suatu kaum tanpa pengetahuan, lalu kamu menyesal atas perbuatanmu.

 

74:6 Janganlah engkau memberikan (sesuatu) kerana hendak meminta lebih banyak (daripadanya).

 

 

https://myislam.org/quran-transliteration/

 

Maha Benar Allah yang Maha Agung

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Apabila ada satu Pemimpin (Khalifah) yang berjenis mengizinkan atau tidak kisah batu jemalanya dilurutkan, oleh orang orang yang sibuk mengampunya, bertujuan mereka bagi mendapat habuan dunia semata mata, maka berpalinglah kamu dari pemimpin yang sedemikian kerana, dia mencintai dunia, dan dia melupakan akhirat.

 

 

 

 

 

 

Terjemahan Hadis Sahih Al Imam Al Bukhari

 

33. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Nabi  saw. bersabda : “Sesungguhnya agama (Islam) itu ringan. Barang siapa memperberat berat, maka dia akan dikalahkan oleh agama. Oleh kerana itu kerjakanlah (agama itu) menurut mestinya atau mendekati mestinya, dan gembiralah (kerana akan beroleh pahala), serta beribadatlah (mohonlah pertolongan Allah) pada waktu pagi, petang dan sebahagian malam.”

 

76. Dari Abdullah bin Amr bin Ash r.a. katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Allah tidak menarik kembali ilmu pengetahuan dengan jalan mencabutnya dari hati sanubari manusia, tetapi dengan jalan mematikan orang orang berpengetahuan (ulama). Apabila orang berpengetahuan telah punah, maka masyarakat akan mengangkat orang orang bodoh menjadi pemimpin yang akan dijadikan tempat bertanya. Orang orang bodoh ini akan berfatwa tanpa ilmu; mereka itu sesat dan menyesatkan,”.

 

1382. Dari Abu Hurairah r.a., katanya: Nabi  s.a.w. berdiri bersama kami, lalu beliau menyebut perkara korupsi. Beliau mengatakan perkara itu besar dan amat besar. Beliau bersabda: “Saya nanti menemui seorang kamu pada hari kiamat, di atas bahunya (kuduknya) ada kambing yang mengembek, kuda yang meringkik,”. Orang itu berkata: “Ya Rasulullah! Tolonglah saya!”. Saya menjawab: “Saya tidak dapat menolong engkau sedikitpun. Sesungguhnya saya pernah menyampaikan kepada engkau.” Dan di atas bahunya unta yang melenguh, orang itu berkata: “Ya Rasulullah, tolonglah saya!”. Saya menjawab: “Saya tidak dapat menolong engkau sedikitpun. Sesungguhnya saya pernah menyampaikan kepada engkau.” Dan di atas bahunya emas dan perak (harta). Ia berkata: “Ya Rasulullah! Tolonglah saya!”. Saya menjawab: “Saya tiada dapat menolong engkau sedikitpun. Sesungguhnya saya pernah menyampaikan kepada engkau.” Dan di atas bahunya sepotong kain yang berkibar kibar. Dia berkata: “Ya Rasulullah! Tolonglah saya!”. Saya menjawab: “Saya tiada dapat menolong engkau sedikitpun. Sesungguhnya saya pernah menyampaikan kepada engkau.” 

 

1569. Dari Abu Bakrah r.a. katanya: Ketika sampai khabar kepada Rasulullah saw. bahwa penduduk parsi telah mengangkat anak perempuan Kisra menjadi Raja mereka, lalu Beliau bersabda : “Tidaklah beruntung satu kaum yang mengangkat seorang perempuan untuk urusan pemerintahan mereka,”.

 

1739. Dari Ibnu ‘Abbas r.a. katanya: Saya dengar Rasulullah saw. bersabda: “Seandainya seorang anak Adam (manusia) mempunyai harta sepenuh dua lembah, tentulah ia meminta agar diberi harta selembah lagi. Rongga batang tubuh anak Adam itu hanya dapat dipenuhi (dipuaskan) dengan tanah. Setelah itu Tuhan memberi tobat kepada siapa yang tobat.”

 

1746. Dari Abu Hurairah r.a., katanya: Rasulullah saw. bersabda: “Kalau amanah tidak lagi dipegang teguh, maka tunggulah saat kehancuran.” Ia bertanya: “Bagaimana orang tidak memegang teguh amanah itu, ya Rasullulah?” Beliau menjawab: “Kalau sesuatu urusan telah diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya maka tunggulah saat kehancuran.”

 

1755. Dari Imran r.a., dari Nabi saw. beliau bersabda: “Aku menengok ke dalam syurga, maka ku lihat kebanyakkan isinya orang miskin. Dan aku menengok ke dalam neraka, maka ku lihat kebanyakkan isinya kaum wanita.”

 

1868. Dari Abdullah r.a.: Nabi saw. bersabda: “Mencaci orang islam itu suatu kejahatan dan membunuhnya adalah kekafiran.”

 

1897. Dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi saw. Beliau bersabda: “Sesungguhnya kamu sangat mengharapkan Jabatan Pemerintahan, tetapi di hari kiamat hal itu menjadi penyesalan. Amat baik perempuan yang menyusukan anaknya dan amat buruk perempuan yang berhenti menyusukan,”

 

Simbolik perempuan menyusu anak digunakan disini di mana ikut sains tempoh waktu  terbaik menyusu bayi adalah untuk selama 2 tahun maknanya perempuan itu sesuai berada di rumah 2 tahun untuk mengurus hal bayi kecilnya. Kewajipan mencari nafkah atau mencari makan dan memberi tempat perlindungan adalah kewajipan pihak laki laki, bukan pihak wanita. Dan perempuan adalah pihak yang sepatut lebih layaknya pihak yang perlu dilindungi dan diberi nafkah. Juga sejak bilakah Nabi, Rasul dan Quran mengajar kita Khalifah adalah paling baiknya dilantik dari kalangan Perempuan? Juga walaupun Islam menyarankan Khalifah itu baik dipilih dari kalangan laki laki (diperlihatkan melalui gerak kerja amalan nabi dan rasul) tetapi bukanlah dipilih dari laki laki sembarangan – Ciri cirinya, laki laki itu sendiri adalah laki laki mulia di sisi Tuhannya di mana perangai tingkah lakunya berhemah dan lembut, bertolak ansur, bijaksana dalam membuat keputusan, amanah, jujur, telus, adil, memahami, penyayang, pendengar yang baik, tidak ria, tidak ujub, tidak istidraj, merendah diri dan zuhud, bersikap pemaaf, penyayang, pemurah, penyantun, suka menolong orang /haiwan /alam, dan dia sendiri sebenarnya menolak iaitu dia tidak mau duduk atau mengambil jawatan khalifah tersebut kerana dia sendiri takut pada tanggungjawab yang berat yang sedia menanti beliau untuk dilaksanakan. Sanggupkah dia melaksanakan segala tanggungjawab itu kerana khalifah itu sebenarnya bekerja kerana Allah hanya untuk kebaikan manusia lain di bawah kuasa takluk pemerintahannya seperti hadis 1897 dan Hadis 1898. Justeru laki laki itu adalah dalam terpaksa menerima jawatan khalifah kerana fardhu kifayah dan jauh sekali dari dia meronta ronta atau berlumba lumba atau berebut rebut mau mengejar, memiliki jawatan khalifah itu.

 

1898. Dari Abu Musa r.a. katanya: Saya bersama dua orang kaum saya datang kepada Nabi saw. : Yang seorang mengatakan: “Angkatlah kami untuk jabatan pemerintahan, ya Rasulullah!” Dan yang seorang lagi mengucapkan perkataan serupa itu pula. Beliau menjawab: “Sesungguhnya kami tidak mengangkat untuk itu orang yang memintanya dan tidak pula orang yang sangat mengharapkannya.”

 

Berdasarkan hadis sahih Bukhary no 1898 ini, maka jelaslah khalifah dalam Islam wajib dilantik hanya selepas perbincangan dari ahli jemaah mesyuarat yang berwibawa. Khalifah hanya boleh dilantik dari kalangan mereka yang tidak mau jawatan khalifah itu diberikan kepada mereka kerana mereka takut akan tanggunggjawab yang akan dipersoal Allah di akhirat kelak iaitu apabila didatangkan illiyin dan sijjin dan apabila kulit dan anggota manusia dipandaikan berkata kata oleh Allah. Dari amalan dan gerakkerja Rasulullah dan sahabat pula, tiada khalifah dilantik dari kalangan wanita. Begitu juga dari kalangan para Nabi bahwa tiada nabi dari kalangan perempuan kerana Allah telah menciptakan manusia laki laki sebagai pelindung dan pembela kepada wanita. Lelaki juga cenderung membuat keputusan berdasarkan akal fikiran dan tidak menurut emosi atau hawa nafsu. Manakala wanita lebih banyak membuat keputusan berdasarkan emosi marah dan nafsu tidak puashati terutama jika mereka masih berada dalam tempoh pengaruh putaran tinggi rendahnya hormon estrogen progesterone kerana datang bulan. Simbolik penciptaan Hawa adalah dari rusuk Nabi Adam yang bengkok. Justeru daripada Hadis Sahih Bukhary 1898 ini jelaslah mereka yang memburu jawatan dan memperbuat 1001 helah untuk berkuasa adalah sama sekali mereka ini tidak layak untuk diambil menjadi khalifah. Golongan wanita pula adalah dari golongan lebih beruntung kerana mereka tidak perlu menggalas tanggungjawab penting sebagai khalifah dalam pentadbiran Islam.

 

Dalam Islam apabila untuk kes cerai, akan bercerai satu pasangan hanya apabila dengan satu lafaz cerai saja oleh lelaki. Tetapi tidak jatuh hukum cerai apabila ribuan kali lafaz cerai yang dikeluarkan dari mulut wanita. Justeru dari sini kita telah nampak Allah dan rasulnya memang telah memilih manusia laki laki untuk jadi khalifah atau jadi ketua atau pemimpin dan juga untuk membuat keputusan. Bukan wanita. Tapi bukanlah maksudnya merendahkan wanita kerana wanita adalah insan istimewa ciptaan dari yang Mahasuci.

 

Begitulah indahnya aturan dalam Islam. Malangnya, amat dukacita apabila saja penjajah menyuruh orang Islam memisahkan agama dari politik lalu, saranan penjajah ini diterima oleh kita tanpa kita melihat apa kehendak dan perintah agama seperti yang diamalkan oleh para Nabi & Rasul sebelum ini. Justeru, contoh terbaik dalam pelantikan dan pemilihan Khalifah di zaman kita ini adalah seperti yang pernah diamalkan oleh Allahyarham Tuan Guru Nik Aziz Nik Mat.

 

1899 Dari Ma’qil r.a. katanya: Saya akan menceritakan kepada engkau hadis yang saya dengar dari Rasulullah saw dan saya telah mendengar beliau bersabda: “ Seseorang yang telah ditugaskan Tuhan memerintahi rakyat, kalau dia tidak memimpin rakyat itu dengan jujur, niscaya dia tiada akan memperoleh bau syurga.”

 

1900 Dari Ma’qil r.a. katanya: Saya akan menceritakan kepada engkau hadis yang saya dengar dari Rasulullah saw dan beliau bersabda: “Seorang pembesar yang memerintahi rakyat kaum Muslimin, apabila pembesar itu mati, sedang dia tidak jujur terhadap rakyat, niscaya dia dilarang oleh Allah masuk syurga”.

 

1904. Dari Abdur Rahman bin Abu Bakar r.a. katanya: Abu Bakrah menulis surat kepada anaknya yang ketika itu sedang berada di Sijitsan: “Bahwa janganlah engkau memutuskan perkara antara dua orang yang bersilisih, pada hal engkau sedang marah, kerana sesungguhnya saya mendengar Nabi saw. bersabda: “Janganlah seorang hakim memutuskan perkara antara dua orang yang berselisih, pada hal dia sedang marah”.

 

1927. Dari Abu Hurairah r.a. katanya: Rasulullah saw. bersabda: “Tiga golongan, tidak bercakap cakap Allah dengan mereka dan tidak akan menyucikan mereka di hari kiamat dan mereka memperoleh siksaan yang pedih. 1. Orang yang mempunyai kelebihan air dalam perjalanan tetapi dia tidak mau memberikannya kepada musafir (yang memerlukan). 2. Orang yang berjanji setia kepada Imam (Kepala Pemerintahan), tetapi dia berjanji setia itu hanya kerana hendak memperoleh keuntungan dunia. Kalau dia diberi, dipenuhinya janjinya. Tetapi kalau tidak diberi, janji itu tidak dipenuhinya. 3. Orang yang jual beli suatu barang sesudah ‘Asar, lalu orang yang membeli itu bersumpah dengan nama Allah, bahwa telah dibayarnya sekian , lalu dibenarkan oleh orang menjual. Maka diberikannya barang itu, pada hal yang sebenarnya belum dibayar.”

 

1964. Dari Urwah r.a. katanya: Abdullah bin Umar naik haji bersama dengan kami dan kami dengar dia berkata: “ Saya mendengar Nabi saw. bersabda: Sesungguhnya Allah tidak akan mengambil (menghilangkan) ilmu sekaligus sesudah diberikanNya, melainkan mengambil itu dengan mengambil (mewafatkan) ahli ilmu bersama ilmunya. Maka tinggallah orang orang bodoh. Mereka diminta fatwanya: lalu mereka berfatwa menurut kemauan sendiri. Sebab itu, mereka menyesatkan dan sesat.

 

2018. Dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi saw. Beliau bersabda: “Allah berfirman: “Aku telah menyediakan untuk hambaKu yang salih, apa yang belum pernah mata melihat, belum pernah telinga mendengar dan belum pernah teringat dalam hati manusia.”

 

 

 

Terjemahan Hadis Sahih Al Imam Muslim

 

114. Dari Al Hasan r.a. katanya: Aku mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda : “Seorang hamba yang dipercayakan Allah memimpin rakyatnya, tetapi dia menipu rakyat, maka jika dia mati, Allah mengharamkan syurga baginya.”

 

 

 

 

 

 

 

Khalifah yg zalim

1.    Tidak memberi peluang kepada orang orang berilmu menyuarakan pendapat bagi maksud  melakukan perubahan yang baik dalam sesuatu komuniti.

2.    Apabila urusan rumit dan terperinci diberikan sewenang wenangnya kepada mereka yang bukan ahlinya (pakarnya).

3.    Apabila si pembohong dan si pendusta, si tukang kipas diangkat menjadi khalifah dan si benar dan si lurus di cela dicantas dan dihina, dilucutkan dari jawatannya.

4.    Maka tunggulah olehmu kemurkaan Allah dan balasan yang akan tiba.

 

 

No comments:

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.