Total Pageviews

Thursday, 7 May 2026

Jodoh

 

Jodoh

 

 

 

https://myislam.org/quran-transliteration/

 

Aku berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.

 

 

 

2:221 Janganlah kamu kahwini perempuan perempuan musyrik, kecuali jika mereka beriman. Sesungguhnya hamba sahaya yang beriman, lebih baik dari perempuan yang musyrik, meskipun ia mentakjubkan kamu dan janganlah kamu kahwinkan (perempuan muslim) dengan laki2 musyrik, kecuali jika mereka beriman. Sesungguhnya hamba laki2 yang beriman, lebih baik dari laki2 yang musyrik, meskipun ia mentakjubkan kamu. Mereka itu menyeru ke dalam neraka dan Allah menyeru ke dalam syurga dan kepada ampunan dengan izinNya. Allah menyatakan ayat ayatNya  kepada manusia, mudah mudahan mereka menerima peringatan.

 

2:228 Perempuan perempuan yang diceraikan suaminya (ditalaknya) hendaklah menantikan dengan sendirinya tiga kali suci / haid. Tiada halal bagi mereka menyembunyikan apa apa yang dijadikan Allah dalam rahimnya (anak, haid), jika mereka beriman kepada Allah dan hari yang kemudian. Suami mereka lebih patut kembali kepadanya (rujuk) ketika itu, jika mereka menghendaki kemuslihatan. (Hak hak) untuk perempuan seumpama (kewajipan) yang di atas pundaknya, secara ma’ruf dan untuk laki laki ada kelebihan satu derajat dari perempuan. Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.

 

2:230 Jika dia menceraikan perempuannya (sesudah talak dua kali), maka tiadalah halal perempuan itu baginya, kecuali jika perempuan itu telah kahwin dengan lelaki yang lain. Dan jika diceraikan pula oleh lelaki lain itu, tiada berdosa keduanya kalau keduanya rujuk kembali, jika keduanya menduga akan menegakkan batas batas Allah. Demikian itulah batas batas Allah, diterangkanNya kepada kaum yang akan mengetahuinya.

 

2:231 Apabila kamu mentalak perempuan, lalu hampir habis ‘idahnya, maka tahanlah mereka secara ma’ruf, atau ceraikanlah mereka secara ma’ruf. Janganlah kamu tahan mereka dengan kemelaratan, kerana kamu hendak menganiayanya. Barang siapa memperbuat demikian, sesungguhnya ia telah menganiaya dirinya sendiri. Janganlah kamu ambil ayat ayat Allah jadi olok olokan. Ingatlah akan nikmat Allah kepadamu dan apa apa yang diturunkanNya kepadamu, iaitu Kitab dan  hikmah, sedang Dia memberi pengajaran kepadamu. Takutlah kepada Allah dan ketahuilah bahawasanya Allah Mahamengetahui tiap tiap sesuatu.

 

2:232 Apabila kamu menceraikan perempuan, kemudian telah habis ‘idahnya, maka janganlah kamu larang perempuan itu hendak mengahwini bekas suaminya kembali, jika mereka itu telah suka sama suka secara ma’aruf. Demikian itu diajarkan kepada siapa yang beriman kepada Allah dan hari yang kemudian. Demikian itulah yang lebih baik dan lebih suci bagimu. Allah mengetahui dan kamu tiada mengetahui.

 

3:15 Katakanlah: Adakah kamu suka, ku khabarkan kepadamu barang yang lebih baik daripada yang demikian? (Yaitu) : Untuk orang orang yang taqwa di sisi Tuhannya ada surga yang mengalir air sungai di bawahnya, sedang mereka itu kekal di dalamnya dan (lagi) isteri isteri yang suci dan keredhaan Allah, dan Allah Mahamelihat segala hambanya.

 

4:3 Jika kamu takut, bahwa kamu tak akan berlaku ‘adil tentang anak anak yatim, maka kahwinilah olehmu perempuan perempuan yang baik bagimu, berdua, bertiga atau berempat orang. Tetapi jika kamu takut, bahwa tiada akan berlaku ‘adil, maka kahwinilah seorang saja, atau pakailah hamba sahaya. Yang demikianlah itu lebih dekat kepada tiada aniaya.

 

4:4 Berikanlah kepada perempuan perempuan maskawinnya, sebagai satu pemberian. Jika perempuan perempuan itu orang baik hati, mau merelakan sebahagian daripadanya, makanlah oleh mu dengan baik dan senang.

 

4:27 Allah menghendaki, supaya Dia menerima taubatmu, dan orang orang yang mengikut syahwatnya (hawa nafsunya) menghendaki, supaya kamu condong (dari kebenaran) secondong condong yang besar.

 

4:28 Allah menghendaki supaya meringankan bagimu (peraturan agama), kerana manusia itu dijadikan dalam keadaan lemah.

 

4:34 Laki laki itu menjadi tulang punggung (pemimpin) bagi perempuan, sebab Allah melebihkan setengah mereka dari yang lain dan kerana mereka (laki laki) memberi belanja dari hartanya (bagi perempuan). Perempuan perempuan yang salih ialah perempuan perempuan yang ta’at yang memeliharakan kehormatannya waktu ghaib (suaminya) sebagaimana Allah telah memeliharakan dirinya. Perempuan perempuan yang khawatir kamu akan kedurhakaannya, hendaklah kamu beri nasihat dan kamu tinggalkanlah mereka sendirian di tempat berbaringnya dan kamu pukullah mereka (tetapi dengan pukulan yang tidak menyakiti badannya). Jika mereka ta’at kepadamu, janganlah kamu cari jalan untuk menganiayanya. Sesungguhnya Allah Mahatinggi, lagi Mahabesar.

 

5:5 Pada hari ini telah dihalalkan bagimu (makanan) yang baik baik rasanya. Makanan orang orang ahli kitab (Yahudi dan Nasrani), halal bagimu dan makanan kamu, halal pula bagi mereka itu dan (lagi dihalalkan bagi kamu mengahwini) perempuan perempuan suci di antara orang orang mukminat dan perempuan perempuan suci di antara orang orang ahli Kitab sebelum kamu, bila kamu bayarkan mas kawinnya kepada mereka, sedang kamu menjadi orang suci, bukan berzina dan bukan pula mengambil teman rahsia. Barang siapa yang kafir sesudah beriman, maka sesungguhnya hapuslah amalannya sedang ia di akhirat termasuk orang orang yang merugi.

 

7:189 Dia yang menjadikan kamu dari diri (jenis) yang satu; kemudian daripadanya Allah jadikan isterinya, supaya ia bersenang hati kepadanya. Setelah ia bersetubuh dengan isterinya, lalu isteri itu mengandung dengan kandungan yang ringan, sehingga lalu beberapa waktu. Setelah berat kandungan itu, keduanya berdoa kepada Allah, Tuhan keduanya: Demi, jika Engkau beri kami seorang anak yang saleh, niscaya kami berterima kasih kepada Engkau.

 

24:26 Perempuan perempuan jahat untuk laki laki jahat. Laki laki jahat untuk perempuan perempuan jahat pula. Perempuan perempuan baik untuk laki laki baik, laki laki baik untuk perempuan perempuan baik pula. Mereka itu (orang orang baik) terlepas dari tuduhan yang mereka katakan, untuk mereka itu ampunan dan rezeki yang mulia.

 

24:32 Hendaklah kamu kawinkan orang orang yang meranda di antara mu dan orang orang yang saleh di antara hambamu yang laki laki dan hambamu yang perempuan. Jika mereka itu orang miskin, Allah akan mengajakan mereka dengan kurniaNya. Allah luas kurniaNya lagi Maha mengetahui.

 

25:74 Dan orang orang yang berkata: Ya Tuhan kami, berilah kami isteri isteri dan anak anak yang mengirangkan hati kami, dan jadikanlah kami imam (ikutan) bagi orang orang yang taqwa.

 

30:21 Dan di antara tanda tandaNya, bahawa Dia menciptakan jodoh untukmu dari dirimu (bangsamu) supaya kamu bersenang senang kepadanya dan Dia mengadakan sesama kamu kasih sayang dan rahmat.  Sesunguhnya tentang demikian itu, menjadi ayat (tanda) bagi kaum yang memikirkan.

 

31:20 Tiadakah kamu perhatikan, bahwa Allah menundukkan (memudahkan) untukmu apa apa yang di langit dan apa apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat nikmatNya lahir dan batin. Di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu, tanpa petunjuk dan tanpa kitab yang terang.

 

55:56 Dalam syurga itu perempuan perempuan yang pendek pemandangan (bukan bermata keranjang), mereka belum pernah disentuh manusia dan jin sebelum mereka.

 

55:58 Seolah olah perempuan perempuan itu permata yakut dan mutiara.

 

66:5 Mudah mudahan Tuhannya, jika Nabi menceraikan kamu, bahwa Tuhan mengganti kamu dengan isteri isteri lain, yang lebih baik daripadamu, iaitu perempuan perempuan, muslimat, mukminat, yang ta’at, yang taubat, yang beribadat, yang berpuasa, janda dan perawan.

 

 

 

https://myislam.org/quran-transliteration/

 

Maha Benar Allah yang Maha Agung

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Suami terlalu baik... isteri diam-diam ‘hadiah’kan bini baharu untuknya, kini bahagia tinggal sebumbung

https://www.mstar.com.my/lokal/viral/2019/07/24/lamar-madu

 

 

Dr Hasnah : Indahnyaberpoligami     https://fb.watch/5GOblOyy8w/

20-01-2021 Dr MAZA | Mona Din | Hj. Mohd Ajib - Wujudkah Scam Poligami?   https://youtu.be/PQxKznhOdTI

 

 

Kami jadikan isteri isteri mereka tetap perawan

https://fb.watch/5CB3udOC42/

 

 

https://www.sinarharian.com.my/ampArticle/72052

Islam tidak galakkan kahwin lewat

 

.

Jodoh

 

Jodoh

 

 

 

https://myislam.org/quran-transliteration/

 

Aku berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.

 

 

 

2:221 Janganlah kamu kahwini perempuan perempuan musyrik, kecuali jika mereka beriman. Sesungguhnya hamba sahaya yang beriman, lebih baik dari perempuan yang musyrik, meskipun ia mentakjubkan kamu dan janganlah kamu kahwinkan (perempuan muslim) dengan laki2 musyrik, kecuali jika mereka beriman. Sesungguhnya hamba laki2 yang beriman, lebih baik dari laki2 yang musyrik, meskipun ia mentakjubkan kamu. Mereka itu menyeru ke dalam neraka dan Allah menyeru ke dalam syurga dan kepada ampunan dengan izinNya. Allah menyatakan ayat ayatNya  kepada manusia, mudah mudahan mereka menerima peringatan.

 

2:228 Perempuan perempuan yang diceraikan suaminya (ditalaknya) hendaklah menantikan dengan sendirinya tiga kali suci / haid. Tiada halal bagi mereka menyembunyikan apa apa yang dijadikan Allah dalam rahimnya (anak, haid), jika mereka beriman kepada Allah dan hari yang kemudian. Suami mereka lebih patut kembali kepadanya (rujuk) ketika itu, jika mereka menghendaki kemuslihatan. (Hak hak) untuk perempuan seumpama (kewajipan) yang di atas pundaknya, secara ma’ruf dan untuk laki laki ada kelebihan satu derajat dari perempuan. Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.

 

2:230 Jika dia menceraikan perempuannya (sesudah talak dua kali), maka tiadalah halal perempuan itu baginya, kecuali jika perempuan itu telah kahwin dengan lelaki yang lain. Dan jika diceraikan pula oleh lelaki lain itu, tiada berdosa keduanya kalau keduanya rujuk kembali, jika keduanya menduga akan menegakkan batas batas Allah. Demikian itulah batas batas Allah, diterangkanNya kepada kaum yang akan mengetahuinya.

 

2:231 Apabila kamu mentalak perempuan, lalu hampir habis ‘idahnya, maka tahanlah mereka secara ma’ruf, atau ceraikanlah mereka secara ma’ruf. Janganlah kamu tahan mereka dengan kemelaratan, kerana kamu hendak menganiayanya. Barang siapa memperbuat demikian, sesungguhnya ia telah menganiaya dirinya sendiri. Janganlah kamu ambil ayat ayat Allah jadi olok olokan. Ingatlah akan nikmat Allah kepadamu dan apa apa yang diturunkanNya kepadamu, iaitu Kitab dan  hikmah, sedang Dia memberi pengajaran kepadamu. Takutlah kepada Allah dan ketahuilah bahawasanya Allah Mahamengetahui tiap tiap sesuatu.

 

2:232 Apabila kamu menceraikan perempuan, kemudian telah habis ‘idahnya, maka janganlah kamu larang perempuan itu hendak mengahwini bekas suaminya kembali, jika mereka itu telah suka sama suka secara ma’aruf. Demikian itu diajarkan kepada siapa yang beriman kepada Allah dan hari yang kemudian. Demikian itulah yang lebih baik dan lebih suci bagimu. Allah mengetahui dan kamu tiada mengetahui.

 

3:15 Katakanlah: Adakah kamu suka, ku khabarkan kepadamu barang yang lebih baik daripada yang demikian? (Yaitu) : Untuk orang orang yang taqwa di sisi Tuhannya ada surga yang mengalir air sungai di bawahnya, sedang mereka itu kekal di dalamnya dan (lagi) isteri isteri yang suci dan keredhaan Allah, dan Allah Mahamelihat segala hambanya.

 

4:3 Jika kamu takut, bahwa kamu tak akan berlaku ‘adil tentang anak anak yatim, maka kahwinilah olehmu perempuan perempuan yang baik bagimu, berdua, bertiga atau berempat orang. Tetapi jika kamu takut, bahwa tiada akan berlaku ‘adil, maka kahwinilah seorang saja, atau pakailah hamba sahaya. Yang demikianlah itu lebih dekat kepada tiada aniaya.

 

4:4 Berikanlah kepada perempuan perempuan maskawinnya, sebagai satu pemberian. Jika perempuan perempuan itu orang baik hati, mau merelakan sebahagian daripadanya, makanlah oleh mu dengan baik dan senang.

 

4:27 Allah menghendaki, supaya Dia menerima taubatmu, dan orang orang yang mengikut syahwatnya (hawa nafsunya) menghendaki, supaya kamu condong (dari kebenaran) secondong condong yang besar.

 

4:28 Allah menghendaki supaya meringankan bagimu (peraturan agama), kerana manusia itu dijadikan dalam keadaan lemah.

 

4:34 Laki laki itu menjadi tulang punggung (pemimpin) bagi perempuan, sebab Allah melebihkan setengah mereka dari yang lain dan kerana mereka (laki laki) memberi belanja dari hartanya (bagi perempuan). Perempuan perempuan yang salih ialah perempuan perempuan yang ta’at yang memeliharakan kehormatannya waktu ghaib (suaminya) sebagaimana Allah telah memeliharakan dirinya. Perempuan perempuan yang khawatir kamu akan kedurhakaannya, hendaklah kamu beri nasihat dan kamu tinggalkanlah mereka sendirian di tempat berbaringnya dan kamu pukullah mereka (tetapi dengan pukulan yang tidak menyakiti badannya). Jika mereka ta’at kepadamu, janganlah kamu cari jalan untuk menganiayanya. Sesungguhnya Allah Mahatinggi, lagi Mahabesar.

 

5:5 Pada hari ini telah dihalalkan bagimu (makanan) yang baik baik rasanya. Makanan orang orang ahli kitab (Yahudi dan Nasrani), halal bagimu dan makanan kamu, halal pula bagi mereka itu dan (lagi dihalalkan bagi kamu mengahwini) perempuan perempuan suci di antara orang orang mukminat dan perempuan perempuan suci di antara orang orang ahli Kitab sebelum kamu, bila kamu bayarkan mas kawinnya kepada mereka, sedang kamu menjadi orang suci, bukan berzina dan bukan pula mengambil teman rahsia. Barang siapa yang kafir sesudah beriman, maka sesungguhnya hapuslah amalannya sedang ia di akhirat termasuk orang orang yang merugi.

 

7:189 Dia yang menjadikan kamu dari diri (jenis) yang satu; kemudian daripadanya Allah jadikan isterinya, supaya ia bersenang hati kepadanya. Setelah ia bersetubuh dengan isterinya, lalu isteri itu mengandung dengan kandungan yang ringan, sehingga lalu beberapa waktu. Setelah berat kandungan itu, keduanya berdoa kepada Allah, Tuhan keduanya: Demi, jika Engkau beri kami seorang anak yang saleh, niscaya kami berterima kasih kepada Engkau.

 

24:26 Perempuan perempuan jahat untuk laki laki jahat. Laki laki jahat untuk perempuan perempuan jahat pula. Perempuan perempuan baik untuk laki laki baik, laki laki baik untuk perempuan perempuan baik pula. Mereka itu (orang orang baik) terlepas dari tuduhan yang mereka katakan, untuk mereka itu ampunan dan rezeki yang mulia.

 

24:32 Hendaklah kamu kawinkan orang orang yang meranda di antara mu dan orang orang yang saleh di antara hambamu yang laki laki dan hambamu yang perempuan. Jika mereka itu orang miskin, Allah akan mengajakan mereka dengan kurniaNya. Allah luas kurniaNya lagi Maha mengetahui.

 

25:74 Dan orang orang yang berkata: Ya Tuhan kami, berilah kami isteri isteri dan anak anak yang mengirangkan hati kami, dan jadikanlah kami imam (ikutan) bagi orang orang yang taqwa.

 

30:21 Dan di antara tanda tandaNya, bahawa Dia menciptakan jodoh untukmu dari dirimu (bangsamu) supaya kamu bersenang senang kepadanya dan Dia mengadakan sesama kamu kasih sayang dan rahmat.  Sesunguhnya tentang demikian itu, menjadi ayat (tanda) bagi kaum yang memikirkan.

 

31:20 Tiadakah kamu perhatikan, bahwa Allah menundukkan (memudahkan) untukmu apa apa yang di langit dan apa apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat nikmatNya lahir dan batin. Di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu, tanpa petunjuk dan tanpa kitab yang terang.

 

55:56 Dalam syurga itu perempuan perempuan yang pendek pemandangan (bukan bermata keranjang), mereka belum pernah disentuh manusia dan jin sebelum mereka.

 

55:58 Seolah olah perempuan perempuan itu permata yakut dan mutiara.

 

66:5 Mudah mudahan Tuhannya, jika Nabi menceraikan kamu, bahwa Tuhan mengganti kamu dengan isteri isteri lain, yang lebih baik daripadamu, iaitu perempuan perempuan, muslimat, mukminat, yang ta’at, yang taubat, yang beribadat, yang berpuasa, janda dan perawan.

 

 

 

https://myislam.org/quran-transliteration/

 

Maha Benar Allah yang Maha Agung

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Suami terlalu baik... isteri diam-diam ‘hadiah’kan bini baharu untuknya, kini bahagia tinggal sebumbung

https://www.mstar.com.my/lokal/viral/2019/07/24/lamar-madu

 

 

Dr Hasnah : Indahnyaberpoligami     https://fb.watch/5GOblOyy8w/

20-01-2021 Dr MAZA | Mona Din | Hj. Mohd Ajib - Wujudkah Scam Poligami?   https://youtu.be/PQxKznhOdTI

 

 

Kami jadikan isteri isteri mereka tetap perawan

https://fb.watch/5CB3udOC42/

 

 

https://www.sinarharian.com.my/ampArticle/72052

Islam tidak galakkan kahwin lewat

 

.

Isteri Sujud Pada Suami

 

Isteri Sujud Pada Suami

 

https://muftiwp.gov.my/artikel/irsyad-al-hadith/2369-irsyad-al-hadith-siri-ke-263-sujud-pada-suami

 

Di dalam hidup berumah tangga, seorang isteri wajib  taat kepada suaminya pada perkara yang ma’ruf. Ini kerana, dengan ketaatan tersebut akan memudahkan jalan untuk isteri memasuki syurga berdasarkan sebuah hadith yang disahihkan oleh Imam Ibn Hibban:

 

  • Daripada Abu Hurairah RA, bahawa Nabi SAW bersabda:

 

إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خُمُسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَصَّنَتْ فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ بَعْلَهَا دَخَلَتْ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شَاءَتْ

Maksudnya: “Jika seorang wanita menunaikan solat 5 waktu, berpuasa pada bulannya (Ramadhan), mengawal kemaluannya (maruahnya) dan ta'at kepada suaminya. Masuklah dia ke dalam Syurga dari mana-mana pintu yang dia kehendaki”. [Riwayat Ibn Hibban, no. Hadith (4163), 471/9]

 

Hadith sujud pada suami telah diriwayatkan oleh beberapa orang sahabat Nabi SAW. Antaranya Abu Hurairah, Mu’az bin Jabal, Suraqah bin Malik, Aisyah, Ibn Abbas, Abdullah bin Abi Awfa, Ummu Salamah, Anas bin Malik dan beberapa orang lagi sahabat Nabi SAW yang lain. Adapun berkaitan matan hadith adalah seperti berikut:

 

لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لِأَحَدٍ لَأَمَرْتُ المَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا

Maksudnya: “Jika aku boleh memerintahkan seseorang itu untuk sujud kepada seseorang, maka aku memerintahkan isteri untuk sujud pada suaminya.” [Riwayat al-Tirmizi (1159)][Imam al-Tirmizi mengatakan hadith ini melalui jalur Abu Hurairah RA adalah hasan gharib] Hadith ini juga disahihkan oleh Imam al-Hakim di dalam al-Mustadrak melalui jalur Mu’az bin Jabal [Lihat: al-Mustadrak, 190/4]

 

Tambahan pula, hadith ini mempunyai sebab wurudnya ( sebab Nabi SAW ucapkan hadith ini ) iaitu apabila salah seorang daripada sahabat Nabi SAW pulang daripada Syam dan melihat orang-orang Nasrani dan Yahudi sujud kepada pembesar dan ulama’ mereka sebagai tanda penghormatan nabi-nabi mereka. Maka, sahabat ini berkata bahawa Rasulullah SAW lebih berhak untuk dilakukan sedemikian tetapi Nabi SAW melarang para sahabat melakukan hal tersebut dengan mengatakan bahawa orang-orang Yahudi dan Nasrani ini mereka mendustakan serta menyelewengkan kitab-kitab nabi-nabi mereka. [Lihat: al-Mustadrak, 190/4]  

 

Makna Hadith

Antara yang boleh difahami daripada hadith ini adalah kewajipan seorang isteri itu mentaati suaminya kerana sujud ini tidak dihalalkan melainkan kepada Allah SWT sahaja. Ini kerana, terdapat banyak hak-hak suami yang perlu dilaksanakan oleh isteri dan sebahagiannya tidak terlaksana oleh si isteri.

Imam al-Syaukani berkata, makna hadith ini adalah jika dibolehkan sujud kepada manusia nescaya Nabi SAW akan memerintahkan para isteri untuk sujud kepada suaminya. [Lihat: Tuhfah al-Ahwazi, 272/4] Di dalam Musnad Ahmad, daripada Anas bin Malik RA bahawa Nabi SAW bersabda:

 

لَا يَصْلُحُ لِبَشَرٍ أَنْ يَسْجُدَ لِبَشَرٍ، وَلَوْ صَلَحَ لِبَشَرٍ أَنْ يَسْجُدَ لِبَشَرٍ، لَأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا، مِنْ عِظَمِ حَقِّهِ عَلَيْهَا

Maksudnya: “Tidak dibenarkan seorang manusia itu untuk sujud kepada manusia. Jika dibenarkan untuk manusia itu sujud kepada manusia nescaya aku akan meminta isteri untuk sujud kepada suaminya kerana besarnya hak suami ke atas isteri itu.” [Riwayat Ahmad (12614)] [Syeikh Syu’aib al-Arna’outh menilai hadith ini sahih li ghairihi]

 

Penutup

Kesimpulannya, hadith di atas adalah sahih dan ia tidaklah menunjukkan kebolehan seorang isteri itu untuk sujud kepada suaminya. Ini kerana, sujud hanya dibenarkan kepada Allah SWT sahaja. Tidak dibenarkan sujud kepada yang lain daripada Allah SWT. Tidak dibenarkan juga sujud kepada manusia sebagaimana larangan jelas daripada Nabi SAW berdasarkan riwayat di dalam Musnad Ahmad di atas.

Akan tetapi, hadith ini menggambarkan bahawa kedudukan suami itu tinggi di sisi isteri dan si isteri wajib untuk mentaati suaminya selagimana apa yang diperintahkan oleh suami itu tidak bercanggah dengan agama Allah. Akhirnya, semoga Allah SWT mengurniakan kita suami yang soleh dan isteri yang solehah agar rumahtangga yang dibina itu mendapat keberkatan dan keredhaan daripada Allah SWT. Amin.

 

https://muftiwp.gov.my/artikel/irsyad-al-hadith/2369-irsyad-al-hadith-siri-ke-263-sujud-pada-suami

 

.

Pemimpin zalim & korup

 

Pemimpin zalim & korup

 

Corrupt, Cruel Ruler

 

https://myislam.org/quran-transliteration/

 

Aku berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.

 

 

 

2:41 Dan berimanlah kamu kepada (Kitab) yang Kuturunkan, yang membenarkan (Kitab) yang ada serta kamu (Taurat) dan janganlah kamu orang yang mula mula kafir dengan dia, dan janganlah kamu jual ayat ayatKu dengan uang sedikit, dan takutlah kepadaKu.

 

2:42 Dan janganlah kamu campurkan kebenaran dengan yang batil dan (jangan) kamu sembunyikan kebenaran itu, sedang kamu mengetahuinya.

 

3:73 Dan janganlah kamu percaya, melainkan kepada orang yang mengikut agamamu. Katakanlah (ya Muhammad): Sesungguhnya petunjuk (yang sebenarnya) ialah petunjuk Allah. (Dan lagi, janganlah kamu percaya), bahwa seseorang diberi (Kitab) seperti yang diberikan kepadamu atau mereka mengalahkan kamu di sisi Tuhanmu. (Kata ahli kitab) Katakanlah: Sesungguhnya kurnia itu di tangan Allah, diberikanNya kepada siapa yang dikehendakiNya dan Allah Lapang (kurniaNya), lagi Mahamengetahui.

 

4:105 Sesungguhnya telah Kami turunkan Kitab kepada engkau dengan (membawa) kebenaran, supaya engkau menghukum antara manusia dengan apa yang diperlihatkan Allah kepada engkau. Janganlah engkau pembela bagi orang orang khianat.

 

4:107 Janganlah engkau membela orang orang yang khianat kepada diri mereka sendiri; sesungguhnya Allah tiada mengasihi orang pengkhianat lagi berdosa.

 

5:8 Wahai orang orang yang beriman! Hendaklah kamu menegakkan kebenaran kerana Allah, menjadi saksi yang adil. Dan janganlah kebencian kamu kepada suatu kaum (seseorang) menjerumuskan kamu untuk tidak berlaku adil. Lakukanlah keadilan. Keadilan itu lebih hampir kepada taqwa. Dan takutlah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Mahamengetahui apa yang kamu lakukan.

 

5:38 Orang pencuri laki laki dan pencuri perempuan, hendaklah dipotong tangan keduanya , sebagai balasan pekerjaan keduanya dan sebagai siksaan dari Allah, Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.

 

5:43 Bagaimanakah mereka itu meminta hukum kepada engkau, sedang disisi mereka ada Taurat, di dalamnya ada hukum Allah, kemudian mereka berpaling sesudah itu. Bukanlah mereka itu orang orang beriman.

 

5:44 Sesungguhnya Kami telah menurunkan Taurat, di dalamnya ada petunjuk dan nur (cahaya), sedang nabi nabi yang tunduk (kepada Allah) menghukum dengan Taurat itu terhadap orang orang Yahudi dan (begitu pula) ulama dan ketua ketua agama sebab mereka menghafal Kitab Allah dan mereka itu menjadi saksi atas demikian itu. Sebab itu, janganlah kamu takut kepada manusia dan takutlah kepadaKu dan janganlah kamu jual ayat ayatKu dengan wang yang sedikit. Barang siapa yang tiada menghukum menurut yang diturunkan Allah, maka mereka itu orang orang kafir.

 

5:45 Kami telah perlukan kepada mereka dalam Taurat, bahawa sesungguhnya jiwa dibalas dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka ada pula qisasnya. Barang siapa bersedekah (memaafkan) qisas itu, maka demikian itu penutup bagi dosanya. Barang siapa yang tiada menghukum menurut yang diturunkan Allah, maka mereka itu orang orang aniaya.

 

5:47 Hendaklah ahli Injil menghukum menurut yang diturunkan Allah dalam Injil itu. Barang siapa yang tiada menghukum menurut yang diturunkan Allah, maka mereka itu orang orang fasik. 

 

7:50 Orang orang penghuni neraka menyeru orang orang penghuni syurga: Tumpahkanlah air untuk kami, atau sebahagian rezeki yang di anugerahkan Allah kepadamu. Mereka itu menjawab: Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya atas orang orang kafir.

 

7:51 (Yaitu) Orang orang yang menjadikan agamanya sebagai permainan  dan pergurauan, sedang mereka telah terpedaya dengan kehidupan di dunia. Maka pada hari ini Kami lupakan mereka, sebagaimana mereka telah melupakan pertemuan hari ini dan kerana mereka menyangkal ayat ayat Kami.

 

7:86 Janganlah kamu duduk di jalan jalan, kamu pertakuti (orang) dan kamu halangi orang beriman dari pada jalan Allah dan kamu cari jalan yang bengkok. Ingatlah ketika kamu masih sedikit, kemudian kamu telah menjadi banyak dan perhatikanlah bagaimana akibatnya orang orang yang berbuat kebinasaan.

 

7:103 Kemudian sesudah mereka, Kami utus Musa  dengan membawa keterangan keterangan kepada Firaun dan kaumnya, lalu mereka  aniaya terhadapnya, maka perhatikanlah, bagaimana akibatnya orang orang yang berbuat bencana itu.

 

8:1 Mereka itu menanyakan kepada engkau tentang harta rampasan perang. Katakanlah : Harta rampasan perang itu untuk Allah dan Rasul. Sebab itu takutlah kepada Allah dan perbaikilah urusan di antaramu dan ikutlah Allah dan rasulNya, jika kamu orang beriman.

 

26:179 Sebab itu takutlah kepada Allah dan turutlah aku.

 

26:180 Aku tidak minta upah kepadamu atas usahaku, upahku tidak lain, hanya dari pada Tuhan semesta alam.

 

26:181 Sempurnakanlah sukatan, dan janganlah  kamu kurangkan!

 

26:182 Timbanglah (suatu barang) dengan timbangan (neraca) yang betul.

 

26:183 Janganlah kamu kurangkan hak manusia dan jangan pula berbuat bencana di muka bumi.

 

26:184 Takutlah kepada Yang menjadikan kamu dan (menjadikan) makhluk makhluk dahulu kala.

 

27:4 Sesungguhnya orang2 yang tidak beriman kepada akhirat, Kami hiaskan kepada mereka pekerjaannya (dipandangnya baik, meskipun sangat buruknya), sedang mereka dalam keraguan.

 

27:5 Untuk mereka sejahat jahat siksa, dan mereka itu amat merugi di akhirat,

 

30:29 Tetapi orang orang yang aniaya mengikut hawa nafsunya tanpa ilmu pengetahuan. Maka siapakah yang akan menunjuki orang yang telah disesatkan Allah? Tidak ada untuk mereka itu orang yang menolong.

 

38:26 Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan engkau Khalifah di muka bumi, maka hukumlah antara manusia dengan keadilan, dan janganlah engkau turut hawa nafsu, nanti ia menyesatkan engkau dari jalan (Agama) Allah. Sesungguhnya orang orang yang sesat dari jalan Allah, untuk mereka itu siksa yang keras, kerana mereka lupa akan hari yang berhisab.

 

49:6 Hai orang orang yang beriman, jika datang kepadamu orang pasik (membawa berita), hendaklah kamu periksa kebenarannya, (kerana takut), kalau kalau kamu mengenai suatu kaum tanpa pengetahuan, lalu kamu menyesal atas perbuatanmu.

 

74:6 Janganlah engkau memberikan (sesuatu) kerana hendak meminta lebih banyak (daripadanya).

 

 

https://myislam.org/quran-transliteration/

 

Maha Benar Allah yang Maha Agung

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Apabila ada satu Pemimpin (Khalifah) yang berjenis mengizinkan atau tidak kisah batu jemalanya dilurutkan, oleh orang orang yang sibuk mengampunya, bertujuan mereka bagi mendapat habuan dunia semata mata, maka berpalinglah kamu dari pemimpin yang sedemikian kerana, dia mencintai dunia, dan dia melupakan akhirat.

 

 

 

 

 

 

Terjemahan Hadis Sahih Al Imam Al Bukhari

 

33. Dari Abu Hurairah r.a. katanya Nabi  saw. bersabda : “Sesungguhnya agama (Islam) itu ringan. Barang siapa memperberat berat, maka dia akan dikalahkan oleh agama. Oleh kerana itu kerjakanlah (agama itu) menurut mestinya atau mendekati mestinya, dan gembiralah (kerana akan beroleh pahala), serta beribadatlah (mohonlah pertolongan Allah) pada waktu pagi, petang dan sebahagian malam.”

 

76. Dari Abdullah bin Amr bin Ash r.a. katanya dia mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Allah tidak menarik kembali ilmu pengetahuan dengan jalan mencabutnya dari hati sanubari manusia, tetapi dengan jalan mematikan orang orang berpengetahuan (ulama). Apabila orang berpengetahuan telah punah, maka masyarakat akan mengangkat orang orang bodoh menjadi pemimpin yang akan dijadikan tempat bertanya. Orang orang bodoh ini akan berfatwa tanpa ilmu; mereka itu sesat dan menyesatkan,”.

 

1382. Dari Abu Hurairah r.a., katanya: Nabi  s.a.w. berdiri bersama kami, lalu beliau menyebut perkara korupsi. Beliau mengatakan perkara itu besar dan amat besar. Beliau bersabda: “Saya nanti menemui seorang kamu pada hari kiamat, di atas bahunya (kuduknya) ada kambing yang mengembek, kuda yang meringkik,”. Orang itu berkata: “Ya Rasulullah! Tolonglah saya!”. Saya menjawab: “Saya tidak dapat menolong engkau sedikitpun. Sesungguhnya saya pernah menyampaikan kepada engkau.” Dan di atas bahunya unta yang melenguh, orang itu berkata: “Ya Rasulullah, tolonglah saya!”. Saya menjawab: “Saya tidak dapat menolong engkau sedikitpun. Sesungguhnya saya pernah menyampaikan kepada engkau.” Dan di atas bahunya emas dan perak (harta). Ia berkata: “Ya Rasulullah! Tolonglah saya!”. Saya menjawab: “Saya tiada dapat menolong engkau sedikitpun. Sesungguhnya saya pernah menyampaikan kepada engkau.” Dan di atas bahunya sepotong kain yang berkibar kibar. Dia berkata: “Ya Rasulullah! Tolonglah saya!”. Saya menjawab: “Saya tiada dapat menolong engkau sedikitpun. Sesungguhnya saya pernah menyampaikan kepada engkau.” 

 

1569. Dari Abu Bakrah r.a. katanya: Ketika sampai khabar kepada Rasulullah saw. bahwa penduduk parsi telah mengangkat anak perempuan Kisra menjadi Raja mereka, lalu Beliau bersabda : “Tidaklah beruntung satu kaum yang mengangkat seorang perempuan untuk urusan pemerintahan mereka,”.

 

1739. Dari Ibnu ‘Abbas r.a. katanya: Saya dengar Rasulullah saw. bersabda: “Seandainya seorang anak Adam (manusia) mempunyai harta sepenuh dua lembah, tentulah ia meminta agar diberi harta selembah lagi. Rongga batang tubuh anak Adam itu hanya dapat dipenuhi (dipuaskan) dengan tanah. Setelah itu Tuhan memberi tobat kepada siapa yang tobat.”

 

1746. Dari Abu Hurairah r.a., katanya: Rasulullah saw. bersabda: “Kalau amanah tidak lagi dipegang teguh, maka tunggulah saat kehancuran.” Ia bertanya: “Bagaimana orang tidak memegang teguh amanah itu, ya Rasullulah?” Beliau menjawab: “Kalau sesuatu urusan telah diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya maka tunggulah saat kehancuran.”

 

1755. Dari Imran r.a., dari Nabi saw. beliau bersabda: “Aku menengok ke dalam syurga, maka ku lihat kebanyakkan isinya orang miskin. Dan aku menengok ke dalam neraka, maka ku lihat kebanyakkan isinya kaum wanita.”

 

1868. Dari Abdullah r.a.: Nabi saw. bersabda: “Mencaci orang islam itu suatu kejahatan dan membunuhnya adalah kekafiran.”

 

1897. Dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi saw. Beliau bersabda: “Sesungguhnya kamu sangat mengharapkan Jabatan Pemerintahan, tetapi di hari kiamat hal itu menjadi penyesalan. Amat baik perempuan yang menyusukan anaknya dan amat buruk perempuan yang berhenti menyusukan,”

 

Simbolik perempuan menyusu anak digunakan disini di mana ikut sains tempoh waktu  terbaik menyusu bayi adalah untuk selama 2 tahun maknanya perempuan itu sesuai berada di rumah 2 tahun untuk mengurus hal bayi kecilnya. Kewajipan mencari nafkah atau mencari makan dan memberi tempat perlindungan adalah kewajipan pihak laki laki, bukan pihak wanita. Dan perempuan adalah pihak yang sepatut lebih layaknya pihak yang perlu dilindungi dan diberi nafkah. Juga sejak bilakah Nabi, Rasul dan Quran mengajar kita Khalifah adalah paling baiknya dilantik dari kalangan Perempuan? Juga walaupun Islam menyarankan Khalifah itu baik dipilih dari kalangan laki laki (diperlihatkan melalui gerak kerja amalan nabi dan rasul) tetapi bukanlah dipilih dari laki laki sembarangan – Ciri cirinya, laki laki itu sendiri adalah laki laki mulia di sisi Tuhannya di mana perangai tingkah lakunya berhemah dan lembut, bertolak ansur, bijaksana dalam membuat keputusan, amanah, jujur, telus, adil, memahami, penyayang, pendengar yang baik, tidak ria, tidak ujub, tidak istidraj, merendah diri dan zuhud, bersikap pemaaf, penyayang, pemurah, penyantun, suka menolong orang /haiwan /alam, dan dia sendiri sebenarnya menolak iaitu dia tidak mau duduk atau mengambil jawatan khalifah tersebut kerana dia sendiri takut pada tanggungjawab yang berat yang sedia menanti beliau untuk dilaksanakan. Sanggupkah dia melaksanakan segala tanggungjawab itu kerana khalifah itu sebenarnya bekerja kerana Allah hanya untuk kebaikan manusia lain di bawah kuasa takluk pemerintahannya seperti hadis 1897 dan Hadis 1898. Justeru laki laki itu adalah dalam terpaksa menerima jawatan khalifah kerana fardhu kifayah dan jauh sekali dari dia meronta ronta atau berlumba lumba atau berebut rebut mau mengejar, memiliki jawatan khalifah itu.

 

1898. Dari Abu Musa r.a. katanya: Saya bersama dua orang kaum saya datang kepada Nabi saw. : Yang seorang mengatakan: “Angkatlah kami untuk jabatan pemerintahan, ya Rasulullah!” Dan yang seorang lagi mengucapkan perkataan serupa itu pula. Beliau menjawab: “Sesungguhnya kami tidak mengangkat untuk itu orang yang memintanya dan tidak pula orang yang sangat mengharapkannya.”

 

Berdasarkan hadis sahih Bukhary no 1898 ini, maka jelaslah khalifah dalam Islam wajib dilantik hanya selepas perbincangan dari ahli jemaah mesyuarat yang berwibawa. Khalifah hanya boleh dilantik dari kalangan mereka yang tidak mau jawatan khalifah itu diberikan kepada mereka kerana mereka takut akan tanggunggjawab yang akan dipersoal Allah di akhirat kelak iaitu apabila didatangkan illiyin dan sijjin dan apabila kulit dan anggota manusia dipandaikan berkata kata oleh Allah. Dari amalan dan gerakkerja Rasulullah dan sahabat pula, tiada khalifah dilantik dari kalangan wanita. Begitu juga dari kalangan para Nabi bahwa tiada nabi dari kalangan perempuan kerana Allah telah menciptakan manusia laki laki sebagai pelindung dan pembela kepada wanita. Lelaki juga cenderung membuat keputusan berdasarkan akal fikiran dan tidak menurut emosi atau hawa nafsu. Manakala wanita lebih banyak membuat keputusan berdasarkan emosi marah dan nafsu tidak puashati terutama jika mereka masih berada dalam tempoh pengaruh putaran tinggi rendahnya hormon estrogen progesterone kerana datang bulan. Simbolik penciptaan Hawa adalah dari rusuk Nabi Adam yang bengkok. Justeru daripada Hadis Sahih Bukhary 1898 ini jelaslah mereka yang memburu jawatan dan memperbuat 1001 helah untuk berkuasa adalah sama sekali mereka ini tidak layak untuk diambil menjadi khalifah. Golongan wanita pula adalah dari golongan lebih beruntung kerana mereka tidak perlu menggalas tanggungjawab penting sebagai khalifah dalam pentadbiran Islam.

 

Dalam Islam apabila untuk kes cerai, akan bercerai satu pasangan hanya apabila dengan satu lafaz cerai saja oleh lelaki. Tetapi tidak jatuh hukum cerai apabila ribuan kali lafaz cerai yang dikeluarkan dari mulut wanita. Justeru dari sini kita telah nampak Allah dan rasulnya memang telah memilih manusia laki laki untuk jadi khalifah atau jadi ketua atau pemimpin dan juga untuk membuat keputusan. Bukan wanita. Tapi bukanlah maksudnya merendahkan wanita kerana wanita adalah insan istimewa ciptaan dari yang Mahasuci.

 

Begitulah indahnya aturan dalam Islam. Malangnya, amat dukacita apabila saja penjajah menyuruh orang Islam memisahkan agama dari politik lalu, saranan penjajah ini diterima oleh kita tanpa kita melihat apa kehendak dan perintah agama seperti yang diamalkan oleh para Nabi & Rasul sebelum ini. Justeru, contoh terbaik dalam pelantikan dan pemilihan Khalifah di zaman kita ini adalah seperti yang pernah diamalkan oleh Allahyarham Tuan Guru Nik Aziz Nik Mat.

 

1899 Dari Ma’qil r.a. katanya: Saya akan menceritakan kepada engkau hadis yang saya dengar dari Rasulullah saw dan saya telah mendengar beliau bersabda: “ Seseorang yang telah ditugaskan Tuhan memerintahi rakyat, kalau dia tidak memimpin rakyat itu dengan jujur, niscaya dia tiada akan memperoleh bau syurga.”

 

1900 Dari Ma’qil r.a. katanya: Saya akan menceritakan kepada engkau hadis yang saya dengar dari Rasulullah saw dan beliau bersabda: “Seorang pembesar yang memerintahi rakyat kaum Muslimin, apabila pembesar itu mati, sedang dia tidak jujur terhadap rakyat, niscaya dia dilarang oleh Allah masuk syurga”.

 

1904. Dari Abdur Rahman bin Abu Bakar r.a. katanya: Abu Bakrah menulis surat kepada anaknya yang ketika itu sedang berada di Sijitsan: “Bahwa janganlah engkau memutuskan perkara antara dua orang yang bersilisih, pada hal engkau sedang marah, kerana sesungguhnya saya mendengar Nabi saw. bersabda: “Janganlah seorang hakim memutuskan perkara antara dua orang yang berselisih, pada hal dia sedang marah”.

 

1927. Dari Abu Hurairah r.a. katanya: Rasulullah saw. bersabda: “Tiga golongan, tidak bercakap cakap Allah dengan mereka dan tidak akan menyucikan mereka di hari kiamat dan mereka memperoleh siksaan yang pedih. 1. Orang yang mempunyai kelebihan air dalam perjalanan tetapi dia tidak mau memberikannya kepada musafir (yang memerlukan). 2. Orang yang berjanji setia kepada Imam (Kepala Pemerintahan), tetapi dia berjanji setia itu hanya kerana hendak memperoleh keuntungan dunia. Kalau dia diberi, dipenuhinya janjinya. Tetapi kalau tidak diberi, janji itu tidak dipenuhinya. 3. Orang yang jual beli suatu barang sesudah ‘Asar, lalu orang yang membeli itu bersumpah dengan nama Allah, bahwa telah dibayarnya sekian , lalu dibenarkan oleh orang menjual. Maka diberikannya barang itu, pada hal yang sebenarnya belum dibayar.”

 

1964. Dari Urwah r.a. katanya: Abdullah bin Umar naik haji bersama dengan kami dan kami dengar dia berkata: “ Saya mendengar Nabi saw. bersabda: Sesungguhnya Allah tidak akan mengambil (menghilangkan) ilmu sekaligus sesudah diberikanNya, melainkan mengambil itu dengan mengambil (mewafatkan) ahli ilmu bersama ilmunya. Maka tinggallah orang orang bodoh. Mereka diminta fatwanya: lalu mereka berfatwa menurut kemauan sendiri. Sebab itu, mereka menyesatkan dan sesat.

 

2018. Dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi saw. Beliau bersabda: “Allah berfirman: “Aku telah menyediakan untuk hambaKu yang salih, apa yang belum pernah mata melihat, belum pernah telinga mendengar dan belum pernah teringat dalam hati manusia.”

 

 

 

Terjemahan Hadis Sahih Al Imam Muslim

 

114. Dari Al Hasan r.a. katanya: Aku mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda : “Seorang hamba yang dipercayakan Allah memimpin rakyatnya, tetapi dia menipu rakyat, maka jika dia mati, Allah mengharamkan syurga baginya.”

 

 

 

 

 

 

 

Khalifah yg zalim

1.    Tidak memberi peluang kepada orang orang berilmu menyuarakan pendapat bagi maksud  melakukan perubahan yang baik dalam sesuatu komuniti.

2.    Apabila urusan rumit dan terperinci diberikan sewenang wenangnya kepada mereka yang bukan ahlinya (pakarnya).

3.    Apabila si pembohong dan si pendusta, si tukang kipas diangkat menjadi khalifah dan si benar dan si lurus di cela dicantas dan dihina, dilucutkan dari jawatannya.

4.    Maka tunggulah olehmu kemurkaan Allah dan balasan yang akan tiba.