Total Pageviews

Wednesday, 3 October 2018

Mati akibat ethanol







Belum lama berselang (13/9) diberitakan kematian secara beruntun tiga orang teknisi Rusia yang tergabung dalam tim perakitan pesawat tempur Sukhoi di Makasar. Semula dinyatakan bahwa korban meninggal karena serangan jantung dan rekan sekerjanya mengalami shock melihat temannya tewas dan ikut meninggal sejam kemudian. Namun tentunya kematian tiga orang dalam satu lokasi secara simultan dalam satu hari bukanlah ‘kebetulan’ diakibatkan karena sebab alami (natural cause). Belakangan diakui bahwa kematian tiga teknisi dari negeri beruang ini karena keracunan methanol. Ada dua orang lainnya yang mengalami intoksikasi serupa namun nyawanya berhasil diselamatkan.

Ada dua ‘jenis’ alkohol yang amat mirip baik dalam penampilan,bau maupun rasanya yaitu ethanol dan methanol. Ethanol adalah bahan dasar pembuatan minuman keras (beverage) dengan kadar bervariasi, sedangkan methanol tidak pernah dipakai untuk campuran miras dan hanya digunakan dalam industri dan dalam bahasa sehari-hari kita dinamakan dengan ’spiritus’. Mengingat ‘kemiripan’ antara kedua zat ini, acapkali sering diproduksi secara ilegal miras yang berbahankan methanol yang memang mudah didapatkan dengan harga cukup murah. Dan para penenggak minuman keras ini juga tidak banyak merasakan perbedaan antara ethanol dan methanol ini.

Methanol termasuk golongan racun sangat berbahaya. Dengan dosis 30 mililiter saja yang dikonsumsi dapat menyebabkan kebutaan permanen karena kerusakan dari serat saraf mata. Pada dosis 100 mL methanol ini dapat menyebabkan kematian. Methanol sendiri sebenarnya bukanlah bahan beracun, namun dalam perjalanannya dia mengalami metabolisme (penguraian zat) menjadi formaldehyde selanjutnya diurai lagi menjadi asam format ( formic acid ) oleh enzym alcohol dehydrogenase. Asam format inilah yang mempunyai daya rusak yang kuat pada hati ( lever ) dan ginjal ( kidney ). Sebagian besar korban meninggal diakibatkan karena gagal hati dan gagal ginjal.

Tindakan darurat yang dilakukan tidak dapat dengan cara merangsang muntah ataupun dengan pemberian ’norit’ ( activated charcoal ), karena metode ini tidak efektif terhadap keracunan methanol. Cara yang tepat adalah dengan memberikan antidote (penangkal) yaitu diberikan ethanol (!) atau fomepizole. Cara kerja ke dua zat ini adalah dengan menghambat kerja enzim pengurai methanol ( yang dinamakan competitive inhibition ) sehingga methanol tidak sempat terurai dan akan dikeluarkan melalui ginjal dalam bentuk utuhnya. Yah, penangkalnya adalah ethanol berkadar 5 -10 % yang bisa diberikan dalam cairan infus dextrose 5 % atau bisa juga diminumkan kepada pasien berupa whisky, vodka, atau gin. Tentu saja jumlah yang diteguk dalam pengawasan dokter. Antidot yang lain yaitu fomepizole memang lebih efektif, namun harganya sangat mahal – untuk penanganan pasien keracunan methanol dengan fomepizole ini pasien akan mengeluarkan biaya sekitar 3.500 dollar AS. Keuntungan penanganan pemberian antidot dengan ethanol ini adalah ’kemudahan untuk mendapatkannya’, karena cairan ini memang selalu ada di rumah sakit.

Keracunan lain yang mempunyai kemiripan dengan intoksikasi methanol adalah akibat meminum (sengaja atau tidak sengaja) ethylene glycol. Cairan ini adalah campuran untuk air radiator ( anti-freeze ) dan minyak rem ( hydraulic brake fluid ). Cairan ini tidak berwarna, tidak berbau dan berasa manis. Cairan ini juga sering dipakai (secara ilegal) sebagai pengganti alkohol karena murah harganya. Juga karena rasanya yang manis sering secara tidak sengaja diminum oleh anak kecil dan juga hewan peliharaan. Sama seperti pada methanol, keracunan terjadi akibat metabolisme ethylene glycol ini menjadi asam glikolat ( glycolic acid ) dan asam oksalat ( oxalic acid ). Akibat yang ditimbulkan adalah gangguan jantung dan diakhiri dengan gagal ginjal akut.

Antidot untuk keracunan ethylene glycol ini juga digunakan ethanol atau fomepizole ( nama dagang zat ini Antizol ). Dengan pemberian zat ini maka enzym yang akan mengurai ethylene glycol akan terhambat (terblokir) sehingga mengurangi keracunan yang terjadi. Apabila kondisi pasien cukup parah maka diperlukan juga tindakan hemodyalisis (cuci darah) untuk membuang ethylene glycol dan metabolitnya dari dalam darah. Tindakan pembilasan lambung ( gastric lavage ) hanya dilaksanakan apabila pasien datang kurang dari 60 menit setelah menenggak ethylene glycol dan sesudah melewati waktu itu dianggap tidak efektif lagi. Demikian pula pemberian ’norit’ ( activated charcoal ) sama sekali tidak berguna. Tindakan merangsang muntah pasien juga tidak dianjurkan.

Prognosa ( ramalan kesembuhan ) pasien pada keracunan ini cukup baik apabila diberikan pertolongan medis darurat dengan segera. Pada pertolongan yang terlambat diberikan dapat mengakibatkan kerusakan saraf atau stroke yang permanen atau kerusakan ginjal permanen yang menyebabkan pasien harus menjalani hemodialisa (cuci darah) seumur hidup.


..

Pewangi methanol bahaya pada anda






Seperti kita ketahui bahwa bahan kimia beracun yang dalam suhu kamar (32o C) berbentuk cair adalah merupakan bahan toksik yang paling dominan dan banyak jenisnya. Dan bahan-bahan toksik tersebut ada yang sifatnya mudah menguap dan menjadi toksik diantara bahan toksik cair tersebut dalam dosis yang kecil dan dalam larutan sering sengaja dikonsumsi oleh manusia, contohnya alkohol.

Alkohol itu sangat tidak baik bagi kesehatan manusia karena dapat menyebabkan toksik atau keracunan terutama pada jaringan saraf pusat dan bahan  lainnya itu seperti nitrat, nitrit di mana target utama yang dirusak itu adalah sistem kardiovaskuler. Adapun jenis alkohol yang bersifat toksik yaitu ethanol (ethyl alkohol), methanol (methyl alkohol), dan isopropil (isopropil alkohol). Pada umumnya semakin panjang rantai karbon maka semakin tinggi daya toksisitasnya. Tetapi ada pengecualian dalam teori ini ialah methanol lebih toksik dari pada ethanol.  Methanol akan memberikan efek bukan hanya mempengaruhi kerja saraf seperti ethanol, tetapi sampai mematikan (merupakan racun) sehingga penting bagi seorang farmasis ataupun siapa saja untuk mengetahui dan mempelajari toksisitas pada senyawa methanol.

Methanol termasuk golongan racun sangat berbahaya. Dengan dosis 30 mililiter saja yang dikonsumsi dapat menyebabkan kebutaan permanen karena kerusakan dari serat saraf mata. Pada dosis 100 mL methanol ini dapat menyebabkan kematian. Methanol sendiri sebenarnya bukanlah bahan beracun, namun dalam perjalanannya dia mengalami metabolisme (penguraian zat) menjadi formaldehyde selanjutnya diurai lagi menjadi asam format ( formic acid ) oleh enzym alcohol dehydrogenase. Asam format inilah yang mempunyai daya rusak yang kuat pada hati ( lever ) dan ginjal ( kidney ). Sebagian besar korban meninggal diakibatkan karena gagal hati dan gagal ginjal.



Apa beda etanol dengan metanol?

Etanol dan metanol sebenernya masih bersaudara kandung, sama-sama golongan alkohol. Yang berbeda adalah rumus kimianya, jika etanol adalah C2H5OH, metanol berumuskan CH3OH. Dan tentu sifat-sifatnya juga ada perbedaan, walaupun juga banyak persamaannya. Etanol bisa diperoleh dari hasil fermentasi buah-buahan atau gandum, dll, dan banyak dikonsumsi sebagai minuman beralkohol seperti beer, wine, brandy, dll. Sedangkan metanol, umumnya bukan dikonsumsi sebagai minuman, karena sifatnya yang lebih beracun, dan dipakai sebagai bahan bakar. Jika Anda lihat spiritus yang berwarna ungu (ada yang pink ngga ya… hehe), itulah metanol. Diberi warna demikian supaya orang bisa membedakan dan tidak salah dalam penggunaannya.



Mekanisme kerja Methanol dan Ethanol

Metanol merupakan cairan yang jernih, tidak berwarna, dan merupakan cairan yang mudah terbakar. Metanol dapat dibuat dengan mereaksikan hidrogen dengan karbon monoksida atau karbon dioksida.



Apa bahaya metanol bagi kesehatan?

Metanol sangat mudah diserap oleh tubuh melalui berbagai rute pemberian (oral, inhalasi, topikal, dll). Di dalam hati (liver), metanol akan dioksidasi menjadi formaldehid (formalin) dengan bantuan enzim alcohol dehydrogenase dan kemudian dimetabolisme lebih lanjut menjadi asam format oleh enzim formaldehid dehidrogenase. Perubahan dari formaldehid menjadi asam format sangat cepat, dengan waktu-paruh selama 1-2 menit, sehingga tidak sampai terjadi akumulasi formaldehid dalam tubuh. Asam format selanjutnya dapat diubah menjadi 10-formiltetrahidrofolat yang dapat dimetabolisme lebih lanjut menjadi karbon dioksida sebagai upaya detoksifikasi dari tubuh. Kecepatan perubahan asam format menjadi metabolitnya tergantung ketersediaan tetrahidrofolat dalam hati. Namun demikian, waktu paruh asam format di dalam tubuh cukup panjang, yaitu sampai 20-24  jam. Asam format inilah yang akan menyebabkan berbagai efek toksik pada tubuh.

Ekskresi metanol dari tubuh relatif lambat, dengan waktu paruh (T1/2) selama 24 jam. Manusia lebih sensitif terhadap efek toksik metanol jika dibandingkan dengan hewan non primata. Keparahan toksisitas metanol lebih berkaitan dengan derajat kejadian metabolik asidosisketimbang konsentrasi metanolnya. Hal ini karena ketoksikan metanol ditentukan oleh kecepatan pembentukan asam format dalam tubuh dan kemampuan hati untuk mendetoksifikasinya. Minum metanol, walaupun dalam jumlah sedikit, dapat berbahaya dan menyebabkan gangguan kesehatan serius, meliputi koma, kejang, dan kebutaan, bahkan kematian. Metanol juga toksik/beracun jika dihirup atau terkena mata, karena dapat merusak penglihatan. Terdapat variasi signifikan pada manusia mengenai dosis toksik maupun dosis letal (yg menyebabkan kematian) akibat metanol. Sebuah studi menyebutkan bahwa dosis letal minimal adalah berkisar 300-1000 mg/kg BB.




Ada lagi yang menyebutkan bahwa dosis letal akibat minum metanol adalah sekitar 15 ml metanol 40%. Ada lagi yang melaporkan osis letal sebesar 500 ml metanol 40%. Bayangkan deh dengan mereka yang minum metanol sampai kadar 99%  !! Minum sedikitnya 4-10 mL metanol dapat menyebabkan kebutaan permanen.

Di bawah ini dipaparkan fase-fase efek toksik yang bisa terjadi akibat paparan metanol

Fase pertama adalah Penekanan sistem saraf pusat : Dapat terjadi dalam 30 menit- 2 jam, intoksikasi dapat terjadi dalam durasi yang lebih pendek daripada intoksikasi oleh etanol

Fase kedua adalah fase laten tanpa gejala, mengikuti depresi sistem saraf pusat : Dalam 48 jam setelah diminum, pasien mungkin belum menunjukkan tanda-tanda keracunan, walaupun gejalanya mungkin berbeda secara individual.

Fase ketiga terjadi asidosis metabolik berat: Pada fase ini metanol telah dimetabolisme menjadiasam format dan menyebabkan metabolik asidosis (meningkatnya keasaman darah), yang dapat menyebabkan mual, muntah, pusing, dan mungkin sudah mulai ada tanda-tanda gangguan penglihatan.
Fase keempat adalah toksisitas pada mata, diikuti dengan kebutaan, koma, dan mungkin kematian: Gangguan visual/penglihatan umumnya terjadi pada 12-48 jam setelah minum, dan range-nya bervariasi, dari mulai tidak tahan cahaya (fotofobia), kabur atau berkabut, sampai kebutaan.



Apa yang harus dilakukan jika terkena paparan metanol?

Pertama, tentu harus membersihkan dari dari paparan. Jika terkena pada kulit, segera cuci daerah yang terkena dengan air hangat dan sabun sedikitnya selama 10-15 menit.  Jika terkena paparan metanol pada mata, maka cuci mata dengan cairan pencuci mata yang umum digunakan, sedikitnya 10-15 menit.  Jika terhirup atau tertelan, segera minta bantuan kesehatan dari dokter untuk dilakukan usaha-usaha detoksifikasi. Salah satu cara detoksifikasi metanol adalah dengan menggunakan etanol dan sodium bikarbonat. Etanol memiliki afinitas (kemampuan mengikat) enzim alkohol dehidrogenase 10-20 kali lebih kuat daripada metanol, sehingga mengurangi pembentukan asam format sebagai hasil metabolisme metanol. Etanol dapat diberikan secara per-oral dengan konsentrasi sampai 40%, atau melalui intravena dengan konsentrasi 10% dalam 5% dekstrosa. Sedangkan sodium bikarbonat digunakan untuk mengurangi metabolik asidosis akibat asam format.

Nah, begitulah kira-kira sekilas informasi tentang metanol…
Daftar Pustaka  metanol minuman-orang-tolol


bahaya Minyak Wangi metanol







Metanol adalah senyawa kimia organik yang tergolongan dalam keluarga alkohol, ia adalah alkohol paling sederhana seperti yang telah dikemukan dalam dua tulisan terdahulu, tulisan ini hanya membahas tentang bahaya terhadap kesehatan manusia, tragedi  Parnu yang terjadi pada tahun 2011 dan dampak lainnya.

Toksisitas
Metanol memiliki tingkat keracunan tinggi terhadap manusia. Bila tertelan, misalnya, sekecil-kecilnya 10 mL metanol murni dapat menyebabkan buta kekal karena kerusakan saraf optik, dan 30 mL boleh sebabkan kematian, meskipun dosis sedang mematikan (LD50) secara 100 mL, yaitu 1–2 mL/kg metanol murni. Efek racun makan waktu untuk mulai, dan antidot yang efektif dapat sering mencegah kerusakan kekal. Disebabkan kemiripannya dengan etanol (alkohol dalam minuman), menyulitkan untuk membedakan antara keduanya (seperti kasus dengan alkohol denaturasi). Minuman keras oplosan, yang sering diperdagangkan itu tidak legal dan sangat berbahaya, karena ia mengandung metanol. Menurut Apoteker Abdul Mutholib S.Farm, Apt. metanol sangat mudah diserap tubuh baik dengan cara jalan pemberian minum, terhirup, sapuan kulit dst.
Metanol dioksidasi oleh tubuh menjadi formaldehid (formalin-pengawet mayat) kemudian dimetabolisir lebih lanjut menjadi asam format (asid metanoat). Asam format ini menyebabkan berbagai efek toksik dalam tubuh.
Metanol dengan dosis besar menurut Ahmad menyerang sistem saraf pusat sehingga sangat berbahaya bagi kesehatan. Kadar normalnya di bawah 5%. Kalau lebih dari itu akan menyebabkan kerusakan sistem saraf pusat, jaringan, metabolism tubuh semakin berkurang karena rusaknya enzim.
Kematiannya ditandai dengan gagal napas, dan akan terjadi mikroatik atau kematian jaringan, misalnya, ususnya akan matang atau hangus di dalam,” kata Ahmad Subhan menjelaskan.
Metanol adalah racun melalui dua mekanisme. Pertama, methanol (apakah ia masuk ke dalam tubuh melalui tertelan, terhirup, atau terserap melalui kulit) dapat menjadi fatal karena sifat-sifat depresan Sistem Saraf Pusat-nya dengan cara yang sama seperti keracunan etanol. Kedua, dalam proses toksikasi, ia dimetabilisme menjadi asid format) yang terdapat sebagai ion format) melalui formaldehida dalam satu proses yang diawali oleh enzim alkohol dehidrogenase dalam hati.
Metanol diubah menjadi formaldehida melalui alkohol dehidrogenase (ADH) dan formaldehida diubah menjadi asam format (format) melalui aldehida dehidrogenase  (ALDH). Konversi menjadi format melalui ALDH hasil sepenuhnya, tanpa formaldehida terdeteksi tersisa. Format adalah racun karena ia menghambat sitokrom C oksidase mitokondria, yang menyebabkan  gejala-gejala hipoksia pada tingkat sel, dan juga menyebabkan  asidosis metabolik, di antara berbagai  gangguan metabolisme lain. Jaringan janin tidak akan tahan dengan metanol.
Keracunan metanol dapat diobati dengan antidot etanol atau fomepizol. Kedua obat tersebut bertindak untuk mereduksi aksi alkohol dehidrogenase terhadap metanol dengan cara inhibisi kompetitif, sehingga ia dikeluarkan oleh ginjal yang lebih baik dibandingkan ditransformasikan (diubah) menjadi metabolit racun. Pengobatan selanjutnya dapat meliputi pemberian natrium bikarbonat untuk asidosis metabolik, dan hemodialisis atau hemodiafiltrasi dapat digunakan untuk menyingkirkan metanol dan format dari darah. Asam folinat atau asam folat juga diberikan untuk meningkatkan metabolisme format.
Gejala-gejala awal dari intoksikasi metanol meliputi tekanan sistem saraf pusat, sakit kepala, pusing, mual, kurangnya koordinasi, kebingungan, dan dengan dosis yang cukup besar, ketidaksadaran dan kematian, seperti pada kasus peminum miras oplosan. Gejala awal paparan metanol biasanya kurang parah daripada gejala yang dihasilkan dari konsumsi dalam jumlah yang sama etanol.
Setelah gejala awal telah berlalu,  gejala set kedua  muncul, 10 hingga sebanyak 30 jam setelah paparan awal untuk metanol, termasuk kabur atau kehilangan total penglihatan dan asidosis. Gejala ini terjadi akibat akumulasi tingkat beracun dari format dalam darah, dan dapat berlanjut sampai mati karena kegagalan pernafasan. Sejumlah kecil metanol diproduksi melalui metabolisme makanan dan umumnya tidak berbahaya, yang dimetabolisme dengan cepat dan benar.
Etanol terkadang didenaturasi (dicemarkan), dan dengan demikian dibuat tidak bisa diminum, dengan penambahan metanol. Hasilnya disebut dengan spiritus dimetilasi.

Keamanan sebagai Bahan Bakar Mobil
Metanol murni telah digunakan di roda terbuka balap mobil sejak pertengahan 1960-an. Tidak seperti kebakaran minyak bumi, kebakaran metanol dapat dipadamkan dengan air biasa. Api berbasis metanol membakar/nyalanya tidak terlihat, tidak seperti bensin, yang membakar dengan api terlihat. Jika kebakaran terjadi di trek, tidak ada api atau asap menghalangi pandangan pengemudi cepat mendekati, tapi ini juga dapat menunda deteksi visual api dan pencegah awal kebakaran.
Keputusan untuk beralih secara permanen ke metanol di balapan IndyCar Amerika adalah hasil dari kecelakaan dahsyat dan ledakan di tahun 1964 Indianapolis 500, yang menewaskan driver Eddie Sachs dan Dave MacDonald.  Pada tahun 2007 IndyCars beralih ke etanol.
Metanol dengan mudah mengalami biodegradasi di kedua lingkungan: aerobik (adanya oksigen) dan anaerobik (tidak ada oksigen). Metanol tidak akan bertahan dalam lingkungan. Waktu paruh untuk metanol dalam air tanah hanya satu sampai tujuh hari, sementara banyak komponen bensin umum memiliki waktu paruh dalam ratusan hari (seperti benzena pada 10-730 hari). Karena metanol bercampur dengan air dan biodegradable, tidak mungkin menumpuk di tanah, air permukaan, udara atau tanah.

Tragedi Metanol Pärnu
Tragedi metanol Pärnu adalah insiden di Pärnu county, Estonia pada tanggal 9 September 2001 dan mengikuti hari yang menyebabkan kematian 68 orang, cacat sangat parah (termasuk buta atau rusak otak) 40 orang, dan cacat berat 3 orang.
Pada malam 6 September 2001, sepuluh tabung metanol ukuran 200 liter , sebesar 1,6 metrik ton, dicuri dari Baltfet (sebuah perusahaan pengolahan lemak industri, ester dan pakan ternak) oleh Deniss Pletškin, seorang mantan karyawan dan Robert Petrov, karyawan baru, atas perintah Sergei Maistrišin.
Dalam rangka untuk menutupi pencurian, Petrov kemudian tabung yang dicuri digantikan dengan tabung kosong. Maistrišin melanjutkan untuk menjual metanol curian ke Aleksandr Sobolev, penyelundup terkenal, 76.000 Krooni, mengklaim bahwa itu adalah methanol (spritus) teknis (yaitu, spiritus netral bertarap-laboratorium).
Sobolev mencampur cairan ini dengan air dan bahan penyedap rasa lemon sekitar 30% volume, cairan yang dihasilkan itu dibotol, diberi label palsu dari berbagai merek terkenal, dan didistribusikan melalui jaringan bawah tanah. Ratusan orang akhirnya minum produk yang dihasilkan, yang berpikir itu adalah vodka, dan memperoleh keracunan metanol.
Maistrišin akhirnya dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman lima tahun penjara, Sobolev dijatuhi hukuman 2,5 tahun penjara. Enam kaki-tangan lainnya diberi hukuman penahanan singkat, sekitar selusin dijatuhi hukuman waktu dilayani. Vonis ini tak diduga terlalu lunak sehingga menimbulkan pembicaraan yang cukup hebat di kalangan masyarakat Estonia, dan menyebabkan penurunan penjualan alkohol bawah tanah.
Rupanya dalam hal miras oplosan terjadi juga di Estonia. Apa bedanya dengan Indonesia? Meski memakan korban berulang-kali, masyarakatnya tidak kapok juga! Pengoplosnya harus dihukum seberat-beratnya, jangan seperti di Estonia.



pewangi metanol beracun





PENGERTIAN METHANOL

Metanol, juga dikenal sebagai methyl alcohol, wood alcohol atau spiritus, adalah senyawa kimia dengan rumus kimia CH3OH. Ia merupakan bentuk alkohol paling sederhana. Pada “keadaan atmosfer” ia berbentuk cairan yang ringan, mudah menguap, tidak berwarna, mudah terbakar, dan beracun dengan bau yang khas (berbau lebih ringan daripada etanol). Ia digunakan sebagai bahan pendingin anti beku, pelarut, bahan bakar dan sebagai bahan additif bagi etanol industri.

Metanol diproduksi secara alami oleh metabolisme anaerobik oleh bakteri. Hasil proses tersebut adalah uap metanol (dalam jumlah kecil) di udara. Setelah beberapa hari, uap metanol tersebut akan teroksidasi oleh oksigen dengan bantuan sinar matahari menjadi karbon dioksida dan air.

Reaksi kimia metanol yang terbakar di udara dan membentuk karbon dioksida dan air adalah sebagai berikut:

2 CH3OH + 3 O2 → 2 CO2 + 4 H2O

Api dari metanol biasanya tidak berwarna. Oleh karena itu, kita harus berhati-hati bila berada dekat metanol yang terbakar untuk mencegah cedera akibat api yang tak terlihat.

Karena sifatnya yang beracun, metanol sering digunakan sebagai bahan additif bagi pembuatan alkohol untuk penggunaan industri; Penambahan “racun” ini akan menghindarkan industri dari pajak yang dapat dikenakan karena etanol merupakan bahan utama untuk minuman keras (minuman beralkohol).

Metanol kadang juga disebut sebagai wood alcohol karena ia dahulu merupakan produk samping dari distilasi kayu. Saat ini metanol dihasilkan melului proses multi tahap. Secara singkat, gas alam dan uap air dibakar dalam tungku untuk membentuk gas hidrogen dan karbon monoksida; kemudian, gas hidrogen dan karbon monoksida ini bereaksi dalam tekanan tinggi dengan bantuan katalis untuk menghasilkan metanol. Tahap pembentukannya adalah endotermik dan tahap sintesisnya adalah eksotermik.

MATERIAL SAFETY DATA SHETS (MSDS)

Informasi produk
Rumus kimia
CH4O
Formulasi kimia
CH3OH
Massa molar
32.04 g/mol

Data kimia dan fisika
Temperatur penyalaan
455 °C
Kelarutan di dalam air
(20 °C)
Titik leleh
-98 °C
Massa molar
32.04 g/mol
Densitas
0.792 g/cm3 (20 °C)
Angka pH
(H2O)
Titik didih
64.5 °C (1013 hPa)
Tekanan uap
128 hPa (20 °C)
Batasan ledakan
5.5 - 36.5 %(V)
Titik nyala
15.6 °C
Indeks Refraktif
1.33
Penyerapan air
1000 g/kg



Informasi keselamatan berdasarkan GHS
Hazard Statement(s)
H225: Cairan dan uap yang sangat mudah terbakar
H331: Beracun bila terhirup.
H311: Beracun jika kena kulit.
H301: Beracun jika tertelan.
H370: Menyebabkan kerusakan organ-organ.
Precautionary Statement(s)
P210: Jauhkan dari panas/ percikan api/ lidah api/ permukaan-permukaan yang panas – Dilarang merokok.
P233: Jaga agar wadah tertutup rapat.
P280: Gunakan pakaian/sarungtangan pelindung /pelindung mata/muka.
P302 + P352: JIKA TERKENA KULIT: Cuci dengan banyak sabun dan air.
Signal Word
Bahaya
Hazard Pictogram(s)
RTECS
PC1400000
Kelas penyimpanan
3 Zat-zat cair yang dapat terbakar
WGK
WGK 1 agak berbahaya untuk air
Disposal
1
Pelarut organik bebas halogen: wadah A





Informasi keselamatan kerja
Frase R
R 11-23/24/25-39/23/24/25
Amat mudah-menyala.Beracun jika terhirup, jika kena kulit, dan jika tertelan.Beracun : bahaya efek tak-terpulihkan yang sangat serius jika terhirup, jika kena kulit, dan jika tertelan.
Frase S
S 7-16-36/37-45
Jaga agar wadah tertutup rapat.Jauhkan dari sumber api    Dilarang merokok.Pakai pakaian pelindung dan sarung      tangan yang sesuai.Jika terjadi kecelakaan atau jika merasa tidak enak badan, segera dapatkan bantuan medis (tunjukkan label jika mungkin).
Jenis-jenis bahaya
mudah terbakar, Toksik
Hazard Symbol
FlammableToxic




Informasi Transportasi
Pernyataan (jalur kereta api dan jalan raya) ADR, RRID
UN 1230 Methanol, 3 (6.1), II
Pernyataan (transportasi melalui laut) Kode-IMDG
UN 1230 METHANOL, 3 (6.1), II
Pernyataan  (transportasi melalui udara) IATA-DGR
UN 1230 METHANOL, 3 (6.1), II




Data toksikologis
LD 50 tertelan
LD50 tikus 5628 mg/kg




Spesifikasi-spesifikasi
Purity (GC)
≥ 99.5 %
Identity (IR)
conforms
Density (d 20 °C/ 4 °C)
0.791 – 0.792
Evaporation residue
≤ 0.001 %
Water
≤ 0.1 %



Minyak Wangi beracun



Minyak Wangi beracun


WANGIAN telah digunakan sejak zaman silam dalam upacara keagamaan tetapi kemudian penggunaannya berkembang sebagai kosmetik dan hampir dalam setiap produk harian. Kaum wanita selalu dikaitkan dengan minyak wangi dan produk wangian atau haruman sehingga ada yang sanggup berbelanja besar hanya untuk memiliki wangian yang berkenan di hati. Wangian dikatakan menggambarkan peribadi si pemakai. Pada waktu siang, wa­ngian yang dihasilkan dapat menimbulkan rasa kegembiraan, keyakinan, keceriaan, segar dan bersih. Pada sebelah malam pula, wangian dikatakan mampu melahirkan perasaan, menonjolkan sifat kewanitaan, misteri dan romantik.

Hampir setiap produk yang berkaitan dengan wanita mempunyai wangian seperti sabun, barangan kosmetik, syampu, pelembut kain, potpuri, penyembur rambut, kertas tisu, detergen, kertas tulis dan sebagainya. Tujuan wangian hanyalah untuk menghasilkan bau wangi pada si pemakai, barangan kegunaan peribadi atau udara di sekeliling selain menjadikan pakaian berbau "bersih", kosmetik "cantik" dan peralatan rumah "terjaga". Wangian juga menambahkan rasa "bersih" apabila menggunakan produk kebersihan diri terutamanya selepas mandi. Namun, kebanyakan kita tidak menyedari yang ia boleh mendatangkan bahaya kepada kesihatan teru­tamanya bagi wanita mengandung.


BAU

NAMA BAHAN (CONTOH)
BAHAN KIMIA AKTIF (% BERAT BERSIH)
TANDA KERACUNAN
Limau, lemon
Fruity-fragrance 86-173
Limonin > 50%
Kanser, keradangan pada mata dan kulit
Lavender
Lavender-fragrance
 93-054
Linalool 10-50%
Gangguan pernafasan
Tomato
Tomato Oil  010
Propilin glikol > 50%
Keradangan mata dan kulit, jika tertelan boleh menyebabkan sawan
Pudina
Spearmint oil 660
Karvon > 50%
Menyebabkan keradangan pada mata dan kulit.
Musim bunga
Spring Flowers Fragrance 5975
Karbitol 10 – 50%
Gangguan pernafasan dan sistem saraf, keradangan mata.
Pepermin
Peppermint 501
1-Menthol 10 – 50%
Loya yang teruk, muntah, sakit perut, vertigo, hilang keseimbangan pergerakan anggota badan, mengantuk dan koma.
Buah-buahan
Bergamont Oil 100
Linalil asetat, lomonin, linalool, 10 – 50%
Gangguan pernafasan, keradangan mata dan kulit.
Bunga-bungaan
Bouquet Floral 3881
Benzal asetat 10 – 50%
Kanser pankreas, keradangan mata, saluran pernafasan dan batuk.
Kulit Kayu Manis
Cinnamon Oil 950
Sinamik Aldehid > 50%
Keradangan sistem pernafasan dan kulit, mengantuk. Jika tertelan menyebabkan muntah, sakit perut dan cirit- birit.
Pine
Alpha Pinene P & F
a-Pinen 97.5%
Mengganggu sistem pernafasan, kerosakan paru-paru, vertigo, denyutan jantung meningkat, pening, halusinasi, kebakaran dan kesan kebakaran pada kulit, konjunktivitis, merosakkan sistem pertahanan badan.
Lilac
Alpha Terpineol P & F, FCC
a-Terpineol 88.5%
Keradangan lapisan mukus dalam paru-paru, pneumonitis, edema, susah bernafas, kehilangan koordinasi anggota badan, sakit kepala.



Kandungan Wangian

Setiap produk wangian mengandungi bahan kimia wangian sama ada asli atau sintetik dan pelarut yang bertindak sebagai media atau foundation. Peratus kandungan kimia wangian adalah di antara satu hingga 30% dan ini bergantung kepada jenis produk. Namun daripada analisis makmal yang dilakukan didapati sebanyak 95% bahan kimia yang terkandung di dalam produk wangian adalah bahan kimia sintetik daripada jenis petroleum seperti terbitan, benzena, aldehid dan kimia toksik lain. 

Institut Keselamatan  dan  Kesihatan Pekerjaan mendapati daripada kesemua bahan kimia yang digunakan dalam pembuatan kosmetik, 815 daripadanya adalah bersifat toksik. Manakala kajian yang dilakukan oleh Agensi Perlindungan Alam Sekitar, Amerika (EPA) pada tahun 1991 pula menunjukkan terdapat kloroform dalam pelembut pakaian dan p-diklorobenzena iaitu sejenis bahan kimia karsinogen (penyebab kanser) pada paras yang tinggi dalam penyegar udara.

Selain itu, terdapat juga wangian jenis musk boleh memberikan kesan estrogen, neurotoksik dan karsinogen tetapi pada kadar yang lemah. Mengikut kajian Penguatkuasaan Makanan dan Dadah, Amerika (FDA) (1968 hingga 1972), bahan kimia semula jadi seperti alfa-terpineol, benzal asetat, benzal alkohol, limonin dan lionalol yang sering ter­dapat dalam kosmetik (daripada 138 bahan) didapati kerap memberi kesan sampingan kepada si pemakai.




Bahaya Kesihatan

Bahan kimia yang terkandung dalam wangian boleh menyebabkan kesan alahan, asma, kanser, kecacatan bayi dalam kandungan, keguguran, penyakit sistem saraf seperti parkinson, alzheimer dan lain-lain. Ia juga boleh memberi kesan keracunan kepada manusia melalui pernafasan dan sentuhan kulit sama ada secara akut (jangka pendek) atau kronik (jangka panjang).


Kesan keracunan akut biasanya disebabkan alahan seseorang terhadap kimia wangian tertentu, ada individu yang sangat sensitif dan menunjukkan tanda alahan walaupun terdedah dengan bau atau sapuan kecil. Terdapat juga individu yang tidak menunjukkan sebarang tanda keracunan akut walaupun terdedah pada dos yang tinggi. Keracunan kronik adalah disebabkan penggunaan yang berulang pada tempoh yang lama dan tanpa disedari sehinggalah muncul tanda keracunan.Produk yang memberi kesan langsung kepada sistem pernafasan adalah seperti penyegar udara, semburan wangian badan dan rambut, pengilat kuku dan pelarutnya serta lain-lain. Semburan, wap atau gas bahan kimia ini akan memasuki saluran pernafasan dan memberi kesan kepada bahagian hidung, tekak, paru-paru dan seterusnya ke bahagian anggota badan lain melalui sistem peredaran darah.


Produk yang terlibat melalui sentuhan kulit pula ialah sabun, syampu, krim, pencukur, peluntur pakaian, barangan kosmetik, detergen, pelembut pakaian dan lain-lain. Bahan kimia ini boleh menjerap ke dalam lapisan kulit dan memasuki aliran darah seterusnya memberi kesan ke bahagian lain anggota badan.

Jadual berikut menunjukkan contoh bahan kimia di dalam produk wangian seperti minyak wangi, penyegar udara, sabun pencuci pinggan mangkuk, pewarna dan pencuci kuku, penyembur rambut, penyembur badan, produk kosmetik, syampu, sabun, peluntur pakaian dan pelembut pakaian, detergen dan potpuri.


KANDUNGAN KIMIA

TANDA
3-Burten-2-one
Keradangan pada kulit dan sistem pernafasan
Aseton
Merencat sistem saraf pusat, kekeringan pada mulut dan tekak, pening, loya, hilang koordinasi, pertuturan tidak jelas dan koma.
Siklopenta(g)-2-benzopiran
Keradangan pada kulit, mata dan saluran pernafasan.
Ertanol
Keletihan, keradangan pada mata dan bahagian atas sistem pernafasan, pening, penglihatan yang kabur, hilang koordinasi anggota badan, kebas.
Atil asetat
Sakit kepala, kebas, kulit kering dan merekah, kekurangan darah, kerosakan hati dan buah pinggan, keradangan pada mata dan saluran pernafasan.
Fenil metal ester
Gangguan sistem saraf, kanser
Hidrosinamaldehid, p-tert-butil-alfa-metil
Separuh sedar, kesukaran bernafas, gangguan sistem reproduktif lelaki.
Metilin klorida
Kanser, sesak nafas (kerana dimetabolisme kepada karbon monoksida), sakit kepala, kebasm pening, penat, mudah terganggu.
Phenol, 2,60bis(1,1-dimetileti)-4-metil
Kanser, memberi kesan pada anak dalam kandungan dan sistem pembiakan.
Ftalik ester
Gangguan sistem saraf dan bayi dalam kandungan
Benzaldehid
Merencat sistem saraf pusat, keradangan pada mulut, tekak, mata, kulit, paru-paru, loya, sakit perut dan kerosakan buah pinggang.
Kampor (kapur barus)
Alahan pada kulit, keradangan pada mata, hidung dan tekak, pening, loya dan sawan.
Benzal alkohol
Keradangan bahagian atas sistem pernafasan, pening, loya, muntah, tekanan darah rendah, merencat sistem saraf, kegagalan fungsi pernafasan.
Karbitol
Keradangan pada mata, kulit, saluran pernafasan paru-paru.

  


Tanda Keracunan


Secara amnya keracunan wangian ditunjukkan oleh tanda berikut seperti yang dikeluarkan oleh Pusat Kebangsaan Strategi Kesihatan Alam Sekitar, Kanada pada tahun 1990:

Mata berair, penglihatan berganda,  bersin, sesak nafas, alergi rinitis, sinusitis, tin­nitus, pening, vertigo, batuk, bronkitis, kesukaran bernafas, ketat dada, asma, anafilaksis, pening, migrain, sakit kepala, disorientasi, kehilangan memori berkala, ketegangan, awan, kemurungan, perubahan tingkah laku, ruam, ekzema, kemerahan, keradangan otot dan sendi, sakit, lemah, denyutan jantung yang tidak teratur dan laju.

Anda dinasihatkan supaya membaca label pada produk wangian terlebih dahulu sebelum membeli bagi mengetahui sama ada bahan kirnia yang digunakan adalah daripada jenis yang selamat kepada diri atau anak dalam kandungan. Elakkan pendedahan bertoksik terutamanya kanak-kanak. Sekiranya ada kemusykilan, anda boleh menghubungi pihak yang bertanggungjawab tentang kesihatan pengguna atau Pusat Racun Negara. Beringatlah! Tidak semua yang wangi itu baik untuk kita.



.