Hutang
Orang
https://myislam.org/quran-transliteration/
Aku berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.
2:280 Jika orang yang berhutang dalam kesempitan, tunggulah
hingga waktu kelapangan dan kalau kamu sedekahkan, lebih baik bagimu, jika kamu
mengetahui.
2:281 Takutlah kamu akan hari yang akan dikembalikan kamu
pada hari itu kepada Allah, kemudian disempurnakan (balasan) tiap tiap orang
apa usahanya, sedang mereka itu tiada teraniaya.
2:282 Hai orang orang yang beriman, apabila kamu berpiutang
dengan suatu piutang, hingga masa yang ditetapkan, hendaklah kamu tuliskan; dan
hendaklah seorang penulis di antara mu menuliskannya dengan keadilan. Janganlah
enggan penulis itu menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkan kepadanya,
sebab itu hendaklah ia menuliskan; dan hendaklah membacakan orang yang berutang
(akan utangnya kepada penulis) dan hendaklah ia takut kepada Allah, Tuhannya,
dan janganlah dikurangkan hak orang sedikitpun. Kalau orang yang berutang itu
bodoh, lemah atau tiada kuasa membacakan, hendaklah walinya membacakan dengan
keadilan. Persaksikanlah piutang itu dengan dua orang saksi laki laki, dan jika
tidak ada dua orang laki laki, cukuplah seorang laki laki dan dua orang
perempuan di antara orang orang yang kamu sukai menjadi saksi saksi, kerana
jika lupa salah seorang di antara keduanya, teringat oleh yang lain. Janganlah
enggan saksi saksi itu, bila mereka dipanggil orang. Janganlah kamu malas
menuliskan piutang itu, baik sedikit ataupun banyak, hingga sampai janjinya. Demikian
itu lebih adil di sisi Allah dan lebih menguatkan kepada saksi dan lebih dekat
kepada tiada keraguan, kecuali perniagaan yang tiada berjanji yang kamu
perputarkan di antara kamu, maka tiada berdosa kamu, jika tiada kamu tuliskan.
Persaksikanlah apabila kamu berjual beli. Janganlah diberati penulis dan saksi
itu. Jika kamu perbuat, niscaya kamu menjadi fasik. Takutlah kepada Allah dan
Allah mengajarkan kepadamu. Dan Allah Mahamengetahui tiap tiap sesuatu.
2:283 Jika kamu dalam perjalanan dan tiada memperoleh
penulis, hendaklah kamu terima boroh (gadai). Tetapi jika kamu percaya
mempercayai (tiada perlu boroh), maka hendaklah orang yang dipercayai itu
membayarkan barang yang dipercayakan kepadanya dan hendaklah ia takut kepada
Allah, Tuhannya. Janganlah kamu sembunyikan kesaksian. Barang siapa
menyembunyikannya, niscaya berdosalah hatinya. Allah Mahamengetahui apa apa
yang kamu kerjakan.
https://myislam.org/quran-transliteration/
Maha Benar Allah yang Maha Agung
.
No comments:
Post a Comment
Note: only a member of this blog may post a comment.